Home Doa Islam Ceramah Pidato Idul Adha (Hari Raya Qurban) Singkat Penuh Makna

Ceramah Pidato Idul Adha (Hari Raya Qurban) Singkat Penuh Makna

19
0

Website Eksklusif Doa Berikut ini kami share teks pidato mengenai Idul Adha (Hari Raya Qurban) yang singkat namun penuh makna. Ceramah pidato idul adha ini hanyalah contoh singkat aja yang nantinya Bisa kita kembangkan atau diperluas lagi maknanya. Jadi, ini Bisa dijadikan bahan referensi kita yang kebetulan mendapatkan mandat untuk mengisi acara-acara ceramah atau pidato mengenai hari raya qurban idul adha.
Seperti diketahui, hari raya idul adha (qurban) merupakan Disorientasi satu moment terpenting untuk kaum muslim disegala penjuru Global. di hari inilah, umat muslim di segala penjuru Global melaksanakan sholat sunnah idul adha yang setelah itu di hari itu pula melaksanakan penyembelihan Fauna kurban yang biasanya di indonesia berupa kambing, sapi dan kerbau. Nah, berikut Yaitu contoh pidato atau ceramah mengenai hari raya kurban idul adha yang singkat dan Ambiguitas selengkapnya.

Contoh Teks Pidato Idul Adha Lengkap
Ilustrasi: Pidato (Ceramah) Idul Adha (Hari Raya Qurban)

Contoh Pidato Hari Raya Qurban (Idul Adha)

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَسْتَهْدِيْهِ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنِ اهْتَدَى بِهُدَاهُ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ. أَمَّا بَعْدُ؛
Pertama-tama, marilah kita panjatkan rasa puji syukur kehadirat Allah S.W.T. yang mana dengan segala rahmat dan nikmat-Nya kita masih diberikan umur panjang sehingga di kesempatan ini alhamdulillah Bisa dipertemukan lagi dengan hari kemenangan ummat Islam, yakni hari raya Idul Adha. Sholawat serta salam semoga selalu tercurahkan kepada Baginda Nabi Muhammad SAW. Amien
Bapak/Ibu dan para hadirin yang saya hormati…
Dengan datangnya hari raya Idul Adha kali ini, semoga Allah SWT membagikan kita semua hidayah untuk lebih Bisa mendekatkan diri kepada-Nya selaku Tuhan semua alam. Mari kita tingkatkan rasa taqwa kita kepada Allah SWT supaya kelak kita diberikan keselamatan di Akhirat.
Di hari raya Idul Ahda , para ummat Muslim yang dari Hepotenusa ekonomi mempunyai kemampuan amat diserukan kepada mereka untuk menjalankan qurban. Qurban yang berasal dari bahasa Arab yang berartikan penyembelihan mempunyai nilai bersejarah di Islam, dan masyarakat Islam menjalankan qurban setiap setahun sekali.

Allah SWT berfirman :

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ

Artinya :
Maka dirikanlah shalat di karenakan Tuhanmu; dan berkorbanlah (QS. Al-Kautsar : 2)

Note: Yang dimaksud berkorban di sini ialah menyembelih Fauna Qurban dan mensyukuri nikmat Allah.
di suatu hadist diriwayatkan, bahwasanya Rasulullah bersabda: “Barang siapa mempunyai kelapangan (kejembaran rezeki), mampu untuk berkorban akan tetapi tak melakukannya, maka janganlah dia dekat-dekat ke Mushollah tempat kami beribadat”. (HR.Ibnu Majah).
Hadirin Rahimakumullah …
Binatang korban yang disembelih dengan hati yang ikhlas itu kelak di hari akhir akan ditimbang darahnya, tanduknya, bulunya dan semua anggota tubuhnya, sekaligus akan Jadi saksi baginya.
Rasulullah saw bersabda yang artinya:

Sembelihlah korban dan senangkanlah hatimu, sesungguhnya seorang muslim yang menghadapkan Fauna-Fauna sembelihnya ke kiblat, maka darah Fauna itu, tanduknya dan bulunya semuanya merupakan kebajikan yang akan ditimbang di hari kiamat.

Loading...
Hadirin Rahimakumullah …
Menyembelih binatang korban itu mengandung dua aspek perwujudan, Yaitu:
  1. Aspek uhudiah (Peribadatan)
    Yaitu berbakti dan mendekatkan diri kepada Tuhan, sesuai dengan asal Perkataan korban itu berasal dari Perkataan “Qoroba” yang artinya mendekatkan diri kepada Allah. Bagaikan imbangan pendekatan itu, maka Allah dekat pula kepada orang yang berkorban, dan Tuhan akan melipatgandakan pahalanya di akhirat kelak.
  2. Aspek kemasyarkatan
    di karenakan dengan menjalankan korban dan membagi-bagikan daging sembelihan itu akan berkembanglah pendekatan sesama umat manusia. Dimana kaum muslimin yang sedang Hayati di garis kemiskinan yang selama hidupnya tak Sempat makan daging sapi, di ini dia merasakan bagaimana nikmatnya makan daging ikan sapi. Dengan jalan ini insya Allah akan terciptalah kemurnian sosial di masyarakat.
Bapak/Ibu dan para hadirin yang saya hormati…
di sejarah Islam sebagaimana diterangkan di Al Qur’an, terdapat dua peristiwa dilakukannya ritual kurban Yaitu oleh Habil (Abel) dan Qabil (Cain), putra nabi Adam Alaihis Salam serta di di Nabi Ibrahim akan mengorbankan Nabi Ismail atas perintah Allah S.W.T.
Kisah Habil dan Qabil di kisahkan di Al Qur’an Surat Al-Maaidah ayat 27 yang berbunyi: 
وَاتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَأَ ابْنَيْ آدَمَ بِالْحَقِّ إِذْ قَرَّبَا قُرْبَانًا فَتُقُبِّلَ مِنْ أَحَدِهِمَا وَلَمْ يُتَقَبَّلْ مِنَ الآخَرِ قَالَ لأقْتُلَنَّكَ قَالَ إِنَّمَا يَتَقَبَّلُ اللَّهُ مِنَ الْمُتَّقِينَ

Artinya :

Ceritakanlah kepada mereka kisah kedua putera Adam (Habil dan Qabil) menurut yang sebenarnya, saat keduanya mempersembahkan korban, Maka diterima dari Disorientasi seorang dari mereka berdua (Habil) dan tak diterima dari yang lain (Qabil). ia berkata (Qabil): “Aku pasti membunuhmu!”. berkata Habil: “Sesungguhnya Allah hanya menerima (korban) dari orang-orang yang bertakwa”. (QS. Al-Maaidah : 27)

Kisah Nabi Ibrahim dan Ismail

Diterangkan di Al Qur’an, Allah memberi perintah melalui mimpi kepada Nabi Ibrahim untuk mempersembahkan Ismail. Diceritakan di Al Qur’an bahwa Ibrahim dan Ismail mematuhi perintah Itu dan tepat di Ismail akan disembelih, Allah setelah itu menggantinya dengan seekor domba.

Dibawah ini petikan surat Ash Ahaaffaat Ayat 102-107 yang menceritakan hal Itu.

فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يَا بُنَيَّ إِنِّي أَرَى فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا تَرَى قَالَ يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ سَتَجِدُنِي إِنْ شَاءَ اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ (١٠٢) فَلَمَّا أَسْلَمَا وَتَلَّهُ لِلْجَبِينِ (١٠٣) وَنَادَيْنَاهُ أَنْ يَا إِبْرَاهِيمُ (١٠٤) قَدْ صَدَّقْتَ الرُّؤْيَا إِنَّا كَذَلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ (١٠٥) إِنَّ هَذَا لَهُوَ الْبَلاءُ الْمُبِينُ (١٠٦) وَفَدَيْنَاهُ بِذِبْحٍ عَظِيمٍ (١٠٧)

Artinya :

“Maka tatkala anak itu hingga (di umur sanggup) berusaha bersama-Serupa Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat di mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” Ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kita akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”. Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (nyatalah kesabaran keduanya ), dan Kami panggillah dia: “Hai Ibrahim, sesungguhnya kita telah membenarkan mimpi itu sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat bagus. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata, dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar”. (QS. Ash-Shaaffaat: 102-107)

Hadirin Rahimakumullah …

Maka dari itu, apabila kita diberikan rizki lebih oleh Allah S.W.T. jangan lupa disisihkan untuk membeli Fauna untuk disembelih di hari raya Idul Adha. Demikian yang Bisa saya sampaikan, semoga pidato singkat ini bermanfaat untuk para hadirin sekalian, dan bermanfaat untuk saya pribadi, Amin.

وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Itulah contoh teks pidato singkat idul adha atau ceramah hari raya kurban yang Bisa kami share di kesempatan ini Bagaikan bahan referensi untuk kita. Silakan kita Bisa kembangkan lebih banyak lagi, Anemia lebihnya kami mohon maaf.  Semoga bermanfaat.

Ceramah Pidato Idul Adha (Hari Raya Qurban) Singkat Penuh Makna

Facebook Comments
Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here