Home Ceramah Islam Terbaru BOLEHKAH MENGAMALKAN HADITS DHOIF, Habib Novel bin Muhammad Alaydrus

BOLEHKAH MENGAMALKAN HADITS DHOIF, Habib Novel bin Muhammad Alaydrus

199
0
Oleh: Habib Novel bin Muhammad Alaydrus
Pengasuh Majelis AR-RAUDHAH, SOLO

 

Akhir Masa ini kita sering membaca atau mendengar seseorang yang melarang Muslim lain untuk mengamalkan suatu amal Eksklusif dengan alasan Haditsnya Dhoif (dhaif). Bagaimanakah sebenarnya hukum mengamalkan Hadits Dhoif? Benarkah umat Islam dilarang untuk mengamalkan Hadits Dhoif?
dengan cara garis besar, Hadits Dikotomi Jadi tiga kelompok, Yaitu Hadits Shahih, Hasan dan Dhoif. Berdasarkan pengelompokan ini, maka semua ulama telah bersepakat bahwa Hadits Dhoif Yaitu Hadits, artinya ia juga ucapan, perbuatan atau pernyataan Nabi Muhammad saw.
Dengan Perkataan lain, Hadits Dhoif Yaitu Hadits – bukan ucapan yang dibuat-buat – serta dinisbatkan kepada Nabi, BUKAN HADITS PALSU. Adapun Hadits PALSU di di ilmu Hadits disebut dengan nama Hadits MAUDHU’, BUKAN DHOIF.
Singkat Perkataan, Hadits Dhoif Yaitu ucapan Nabi Muhammad saw yang diwaspadai tingkat kebenarannya dikarenakan perawi atau yang meriwayatkannya mempunyai beberapa kekurangan menurut ulama Hadits. Namun di Hepotenusa lain, para ulama juga tak menyangkal bahwa Bisa Jadi perawi yang diragukan Itu memang benar-benar menyampaikan HADITS NABI apa adanya. di karenakan itu para ulama tak mendustakan Hadits Dhoif dan tak pula serta-merta membenarkan Hadits Dhoif. Mereka memilih sikap berhati-hati.
Satu hal yang wajib dimengerti Yaitu tak ada satupun ulama Hadits yang berani menafikan Keseluruh Hadits Dhoif, sebab menuduh seluruh Hadist Dhoif Bagaikan Hadits yang palsu berarti seseorang telah mendustakan ucapan Rasulullah saw dan menyebabkan seseorang Itu Jadi kufur.
Lalu bagaimanakah sikap para ulama terhadap Hadits Dhoif, apakah mereka membuang dan memberangusnya, ataukah mereka memakainya dan mengamalkannya?
di hal ini dengan cara garis besar para ulama terbagi ke di 3 (tiga) kelompok :
Pertama Yaitu kelompok yang menerima Hadits Dhoif dengan cara Absolut bahkan untuk menentukan hukum Islam. 
Kedua, kelompok yang menganjurkan untuk mengamalkan Hadits Dhoif, selama Hadits Itu berisi nasehat dan ajakan-ajakan kebaikan (Fadhilah Amal), bukan Hadits mengenai suatu hukum (red: misal untuk menentukan hukum halal-haram; Absah-tak Absah;wajib/haram;dalil aqidah mengenai Ketuhanan). 
Ketiga, kelompok yang menolak pengamalan Hadits Dhoif dengan cara Absolut.
Mayoritas Ulama Islam memilih untuk berada di kelompok tengah-tengah atau kelompok kedua, Yaitu mereka yang menganjurkan untuk mengamalkan Hadits Dhoif selama Hadits Itu berisi nasehat dan ajakan-ajakan kebaikan (Fadhilah Amal). Di antara tokoh yang terkenal tegas menyatakan hal ini Yaitu IMAM NAWAWI, seorang ulama madzhab SYAFI’I. Karya Imam Nawawi Jadi Acum seluruh umat Islam hingga di ini, di antara karya beliau yang sangat populer di Global Islam khususnya di tanah air kita Yaitu RIYADHUS SHOLIHIN, ARBA’IN AN-NAWAWIYAH dan AL-ADZKAR.
Imam BUKHARI, pengarang Sahih AL-BUKHARI, bahkan tak segan-segan mencantumkan lebih dari 0 Hadits Dhoif di di bukunya yang berjudul Adabul Mufrad, buku yang berisikan adab keseharian seorang Muslim di mengarungi kehidupan Global. Ini menunjukkan bahwa Imam Bukhari yang sangat mengerti mana Shahih dan mana Dhoif, beliau justru tak alergi kepada Hadits Dhoif.
Ibnu Katsir, seorang Ahli Hadits dan sekaligus ahli tafsir, di tafsirnya yang sangat terkenal, bahkan juga mencantumkan begitu banyak Hadits Dhoif untuk memperkuat argumennya di menafsirkan suatu ayat.
Imam Ahmad bin Hambal, pemuka madzhab Hambali yang menghapal satu juta Hadits bahkan menyatakan, “Hadits dhaif itu lebih bagus daripada qiyas.” Beliau bahkan menjadikan Hadits Dhoif Bagaikan landasan untuk menentukan suatu ketentuan hukum di tak ditemukan Hadits Shahih yang menjelaskannya.
Kesimpulannya, Hadits Dhoif Yaitu ucapan Nabi, bukan Hadits Palsu, dan sehubungan dengan anjuran kebajikan dan arahan untuk beramal saleh, MAYORITAS ULAMA SEPAKAT supaya UMAT ISLAM MENGAMALKAN HADITS DHOIF.
abdkadiralhamid@2016
Loading...
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Share on LinkedIn

Subscribe to receive free email updates:

BOLEHKAH MENGAMALKAN HADITS DHOIF, Habib Novel bin Muhammad Alaydrus

Facebook Comments
Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here