Home Berita Islam Terbaru Bawaslu Untungkan Ahok dengan Larang Kampanye di Medsos

Bawaslu Untungkan Ahok dengan Larang Kampanye di Medsos

217
0
Bawaslu Untungkan Ahok dengan Larang Kampanye di Medsos
Berita Islam 24H – Pelarangan kampanye lewat jejaring sosial di Pilkada DKI 2017 akan menguntungkan petahana Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dan pasangannya Djarot Saiful Hidayat.
Pelarangan ini Disampaikan oleh Komisioner Divisi Bidang Hukum dan Penindakan Pelanggaran Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Muhammad Jufri, di acara diskusi Perspektif Jakarta, Sabtu pekan lalu. Menurut Jufri, akun-akun di media sosial yang digunakan untuk berkampanye wajib terdaftar di Komisi Pemilihan Generik.
Selain tim kampanye, menurut Jufri, masyarakat dilarang memakai media sosial untuk berkampanye. Bahkan, Bawaslu menegaskan akan menelusuri akun-akun yang disinyalir menjalankan kampanye tanpa izin dengan mengenakan pidana sesuai UU ITE yang sudah berlaku.
Ada sejumlah alasan mengapa Ahok-Djarot bakal diuntungkan dengan kebijakan ini. Pertama, Ahok-Djarot sudah jelas-jelas keok di media sosial. bila Dulu di berpasangan dengan Jokowi di Pilkada 2012 Ahok melejit di karenakan medsos, sekarang situasi berbalik; Ahok dihajar Demisioner-habisan oleh netizen.
Ahok bertubi-tubi Jadi sasaran kebencian dan antipati melalui media sosial, terutama Facebook dan Twitter. Di samping isu penggusuran dan tajamnya alat ucap, kasus dugaan penistaan benar-benar efektif menghancurkan kepercayaan masyarakat terhadap Ahok.
Langkah Bawaslu yang melarang para simpatisan pasangan calon untuk mengkampanyekan idola mereka pasti akan sangat membantu Ahok, terutama sekadar menghela napas untuk menyusun strategi baru.
Kedua, bila Embargo ini benar-benar berlaku dan membuat masyarakat takut dengan ancaman UU ITE, mata mereka akan beralih ke TV dan media-media arus utama untuk mengikuti perkembangan Pilkada. bila ini terjadi, mata warga pasti akan lebih fokus ke Ahok.
Selain masih menjabat, yang dengan cara otomatis pasti lebih sering Jadi sumber berita, tim pemenangan Ahok yang didukung parpol, media dan dana besar pasti akan lebih menguasai media. Di sini, mereka tinggal memoles pencitraan untuk Ahok, terutama dengan tutorial menjadikannya Bagaikan korban demonstrasi yang dikonotasikan mereka Bagaikan sektarian.
Bertarung lewat media mainstream dan resmi, tim Ahok bakal lebih unggul. Mereka mempunyai pengalaman memenangkan Jokowi-Ahok di Pilkada DKI 2012 dan Pilpres serta Pileg 2014.
Ketiga, popularitas calon pemimpin biasanya melejit bila sering Jadi perbincangan masyarakat, terutama melalui media sosial. bila keramaian perbincangan mengenai Pilkada berkurang, popularitas penantang kemungkinan menurun. Popularitas di politik sangat terkait dengan elektabilitas.
Di sini, Ahok bakal untung di karenakan dari Hepotenusa popularitas, dirinya yang paling unggul, meskipun elektabilitasnya sekarang kedodoran di karenakan demonstrasi yang tak kunjung henti.
bila tak mau dituding hendak mengamankan peluang Ahok-Djarot, Bawaslu wajib mengurungkan niat mereka melarang masyarakat memakai jejaring sosial untuk berkampanye. Mereka lebih bagus mengatur para buzzer yang membuat akun anonim, yang justru sering menyalahgunakan kebebasan berpendapat di media sosial dengan Tulisan-Tulisan provokatif dan menebar penistaan.
Bawaslu seharusnya lebih fokus di muatan kampanye para pendukung, yang sering dibedakan Jadi tiga kategori, yakni kampanye positif, kampanye negatif, dan kampanye hitam. Kampanye terakhir inilah yang seharusnya Jadi perhatian mereka, bukan melarang dengan cara membabi-buta. [ceramahterbaru.net / rnc]
Loading...

Bawaslu Untungkan Ahok dengan Larang Kampanye di Medsos

Facebook Comments
Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here