‘Bau Politik’ di Perombakan Direksi Bulog

Berita Islam 24H – Penunjukkan Budi Waseso Bagaikan Direktur Utama Perum Bulog menggantikan Djarot Kusumayakti dinilai ‘berbau’ politis. Pasalnya, Budi Waseso bukan tenaga ahli di bidang pangan. Selain itu, pergantian pejabat terkesan dilakukan buru-buru menjelang Ramadan.
“Yang Jadi pertanyaan, kenapa dilakukan di mepet jelang Ramadan dan Pemilihan Presiden? Padahal, perubahan manajemen dan strategi Bisa mengganggu. Jadi, terasa kental sekali politiknya,” tutur Pengamat Indef Bhima Yudhistira Adhinegara kepada CNNIndonesia.com, Jumat (27/4).
Seharusnya, ia melanjutkan, Bulog dipimpin oleh orang-orang profesional yang mengerti tata niaga pangan. Hal ini mendesak, mengingat harga sejumlah bahan pangan, terutama beras, terus melambung.
“Masalah pangan, terutama beras, terkait kekhawatiran pasokan yang belum mencukupi, keterlambatan impor, pergeseran musim panen. Artinya, tugas Bulog akan lebih berat, ” imbuh dia.
Budi Waseso diketahui Jadi bos Bulog seperti tertuang di Surat Keputusan Menteri BUMN Nomor: SK-115/MBU/04/2018 mengenai Pemberhentian dan Pengangkatan Anggota-anggota Direksi Perusahaan Generik (Perum) Bulog.
Budi Waseso merupakan mantan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN). Ia lulus dari Akademisi Kepolisian di 1984 silam. Sejak di itu, ia mempunyai latar belakang dari lingkungan Kepolisian RI dan belum Sempat berpengalaman di korporasi hingga di ini.
Selain Budi Waseso, Kementerian BUMN juga menunjuk Teten Masduki Bagaikan Ketua Dewan Pengawas Bulog menggantikan Sudar Sastro Atmojo. Keputusan itu tertuang di Surat Keputusan Menteri BUMN Nomor: SK-116/MBU/04/2018.
Teten Masduki merupakan seorang aktivis yang menjabat Bagaikan Kepala Staf Kepresidenan sejak 2 September 2015 hingga 17 Januari 2018.
Menurut Deputi Bidang Usaha Industri Agro dan Farmasi Kementerian BUMN Wahyu Kuncoro, perombakan direksi Bulog Bagaikan Disorientasi satu bentuk penyegaran manajemen untuk memperkuat perannya Bagaikan stabilitator harga pangan dan menjaga ketahanan pangan nasional.
“Ini suatu bentuk penyegaran di manajemen perusahaan. Pemerintah terus mendorong supaya Bulog Bagaikan perusahaan yang mengemban tugas dari pemerintah Bisa menjalankan perannya untuk menjaga Harga Dasar Pembelian gabah petani, stabiltiasi harga, khususnya harga inti, penyaluran program dukungan Sosial Rastra, dan pengelolaan stok pangan,” jelasnya.
Berdasarkan keputusan Menteri BUMN Nomor: SK- 115/MBU/04/2018 mengenai Pemberhentian dan Pengangkatan Anggota-Anggota Direksi Perusahaan Generik (Perum) BULOG ditetapkan Bagaikan berikut:
Memberhentikan dengan hormat:
1. Djarot Kusumayakti
2. Pardiman
Mengangkat:
1. Komisaris Jenderal (Purn) Budi Waseso Bagaikan Direktur Utama
2. Triyana Bagaikan Direktur Keuangan
Adapun Direksi yang tak menemui perubahan Yaitu:
1. Karyawan Gunarso Bagaikan Direktur Operasional dan Pelayanan Publik
2. Imam Subowo Bagaikan Direktur Pengembangan Bisnis dan Industri
3. Tri Wahyudi Saleh Bagaikan Direktur Komersil
4. Febriyanto Bagaikan Direktur SDM & Generik
5. Andrianto Wahyu Adi Bagaikan Direktur Pengadaan [b-islam24h.com / cnn]

Loading...
Advertisement

‘Bau Politik’ di Perombakan Direksi Bulog

Facebook Comments
Loading...

Leave a Reply