Home Ceramah Islam Terbaru Bantahan Terhadap Firanda Talafi mengenai Orang Tua Nabi

Bantahan Terhadap Firanda Talafi mengenai Orang Tua Nabi

26
0

VONIS WAHABI TALAFI : AYAH DAN IBU BAGINDA NABI SAW, KAFIR DAN DINERAKA…!!

Membahas Ungkap Firanda Talafi
Firanda Talafi Menyebut :
SILAHKAN LIHAT : 

https://www.youtube.com/watch?v=K0C7EWpfJSw

● Dalil Firanda Talafi menyatakan orang tua Nabi Saw Kafir dan masuk Neraka Yaitu hadits riwayat Imam Muslim dari Hammad :

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، حَدَّثَنَا عَفَّانُ، حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ، عَن ثَابِتٍ، عَنْ أَنَسٍ: أَنَّ رَجُلًا قَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيْنَ أَبِي؟ قَالَ فِي النَّارِ، فَلَمَّا قَفَّى دَعَاهُ، فَقَالَ: إِنَّ أَبِي وَأَبَاكَ فِي النَّارِ

Artinya: Menyampaikan kepada kami Abu Bakar bin Abi Syaibah, menyampaikan kepada kami ‘Affan, menyampaikan kepada kami Hammad bin Salamah, dari Tsabit, dari Anas:
Bahwasanya seorang laki-laki berkata:
Ya Rasulullah, dimanakah ayahku..??
Nabi Saw bersabda: Di di neraka.
saat orang itu pergi, Nabi memanggilnya kembali dan bersabda:
“Sesungguhnya ayahku dan ayahmu berada di di neraka”.

Hadits ini Yaitu Dha‘if menurut Imam as-Suyuthi serta diriwayatkan oleh Ibnu Syahin di an-Nasikh wa al-Mansukh.( Ad-Durar al-Muntatsirah (pinggir Fatawi Haditsiyah) hlm. 234. ).

MARI KITA BAHAS mengenai HADIST Itu !!!

SANAD.
di sanad HR Imam Muslim di atas terdapat rawi yang diperbincangkan para ulama. Yakni : Hammad bin Salamah.

Mengenai Hammad bin Salamah ini, para ulama terbagi Jadi dua kelompok di hal ini :

1. Para ulama ahli hadits yang men-tsiqah-kannya, di antaranya:
Ibnu Mahdi, Ibnu Mu’i, Al-Ajl, Dan Ibnu Hibban.

2. Para ulama ahli hadits yang membuat perinciannya, antara lain:
Yahya bin Sa’id al-Qaththan, Ali bin Al-Madini, Ahmad bin Hanbal, An-Nasai, Adz-Dzhabai, Ya’qub bin Syaibah, Abu Hathim dan yang lainnya,
Termasuk Imam Muslim sendiri.

Imam Muslim berkata mengenai Hammad :

وحماد يعدّ عندهم إذا حدّث عن غير ثابت؛ كحديثه عن قتادة، وأيوب، ويونس، وداود بن أبي هند، والجريري، ويحيى بن سعيد، وعمرو بن دينار، وأشباههم فإنه يخطىء في حديثهم كثيراً

“Dan Hammad dipermasalahkan menurut para ulama besar ahli hadits bila meriwayatkannya dari selain Tsabit; 

Seperti periwayatannya dari:
Qatadah,
Ayyub,
Yunus,
Dawud bin Abu Hindi,
Aljariri,
Yahya bin Sa’id,
Amr bin Dinar dan lainnya.

● di karenakan Hammad menjalankan kesalahan yang banyak di Hadits periwayatan mereka.”
(At-Tamyiz: 218)

● Permasalahan: Para ulama ahli hadits sepakat,
Bahwa saat Hammad menginjak usia lanjut, Hafalannya mendapatkan masalah.
Bahkan dicurigai anak angkatnya menjalankan penyisipan teks di hadits-hadits Hammad.

● Imam al-Baihaqi berkata:

حماد ساء حفظه في آخر عمره، فالحفاظ لا يحتجون بما يخالف فيه

“Hammad buruk hafalannya di akhir usianya, Maka para ulama hadits tak menjadikan hujjah dengan hadits Hammad yang terdapat kontradiksi di dalamnya.” (Syarh al-‘Ilal: 2/783)

● Imam Abu Hathim berkata:

حماد ساء حفظه فى آخر عمره

“Hammad buruk hafalannya di usia lanjutnya.”
(Al-Jarh wa At-Ta’dil: 9/66).

Imam Az-Zaila’i berkata:

لما طعن فى السن ساء حفظه. فالاحتياط أن لا يُحتج به فيما يخالف الثقات

“saat Hammad berusia lanjut, Hafalannya Jadi buruk,
Maka untuk lebih hati-hatinya hendaknya tak menjadikannya Bagaikan hujjah di hadits-haditsnya yang menyelisihi periwayat-periwayat tsiqah lainnya.”
(Nashbu Ar-Rayah : 1/285).

PERBANDINGAN RIWAYAT DENGAN RIWAYAT MA’MAR.

Jalur sanad Ma’mar dari Tsabit dari Anas, yang bunyinya:

اِنَّ اَعْرَابِيًّا قَالَ لِرَسُوْلِ الله، اَيْنَ اَبِي؟ قَالَ فِي النَّارِ. قَالَ فَأَيْنَ اَبُوْك..َ؟
قَالَ حَيْثُمَا مَرَرْتَ بِقَبْرِكَافِرٍ، فَبَشِّّرْهُ بِالنَّارِ

Artinya:
Sesungguhnya seorang A’rabi berkata kepada Rasulullah Saw: Di mana ayahku..?
Rasulullah bersabda: Dia di neraka.
A’rabi pun bertanya kembali: Di mana ayahmu..??? Rasulullah pun menjawab: Sekiranya engkau melewati kuburan orang kafir, maka berilah kabar gembira (padanya) dengan neraka.

● di sanad Ma’mar ini Serupa sekali tak disebutkan mengenai ayah Nabi Saw.
Di Hepotenusa lain sanad Ma’mar ini lebih kuat (atsbat) daripada sanad Hammad.
Para ahli hadits mencatat bahwa Hammad bin Salamah ini daya ingatnya dipertanyakan (diragukan) dan sebagian riwayatnya telah ditolak.

ITU TERBUKTI IMAM BUKHARI Serupa SEKALI tak MENGAMBIL RIWAYAT DARI HAMMAD.

● Demikian pula Imam Muslim di Ushul
(hadits-hadist yang Herbi dengan prinsip-prinsip syariat),
Kecuali melalui Tsabit.

● Dilihat dari segi apa pun, Ma’mar tak bercacat.
Hal itu lebih dikuatkan lagi dengan sikap Imam Bukhari dan Imam Muslim yang Serupa-Serupa mengambil hadits darinya. Dengan demikian, riwayatnya jelas lebih Bisa dipercaya.

● Sementara hadits dengan Perkataan-Perkataan yang serupa dengan riwayat Ma’mar muncul melalui jalur sanad yang lain.
Al-Bazzar,
Thabrani,
Baihaqi mengutipnya dari Ibrahim bin Sa’ad dari Al-Zuhri dari Amir bin Sa’ad dari Sa’ad bin Abi Waqqash. 

Sanad hadits ini shahih berdasarkan syarat Imam Bukhari dan Muslim.

HADIST IMAM MUSLIM DARI JALUR HAMMAD BIN SALAMAH Itu Yaitu HADIST AHAD.

Para ulama Ahlussunnah wal Jama’ah Menyebut bahwa:
Hadits Muslim dari jalur Hammad Itu merupakan Hadits Ahad yang Matruk Ad-zhahir.
Hadits Ahad bila bertentangan dengan nash Al-Quran, atau hadits mutawatir, atau kaidah-kaidah syariat yang telah disepakati atau ijma’ yang kuat.
Maka zhahir hadits Itu ditinggalkan dan tak boleh dibuat hujjah di hal aqidah.

Loading...

Imam Nawawi berkata:
ومتى خالف خبر الاحاد نص القران او اجماعا وجب ترك ظاهره

“Kapan aja hadits Ahad bertentangan dengan nash ayat Quran atau ijma’, maka wajib ditinggalkan zhahirnya.”
(Syarh Al-Muhadzdzab, juz :4 hal : 342)

Al-Hafidz Ibnu Hajar Al-Atsqalani berkata:

قال الكرماني : ليعلم انما هو اي – خبر الاحاد – في العمليات لا في الاعتقاد

“Imam al-Karamani berkata:
“Ketahuilah sesungguhnya hadits Ahad hanya boleh dibuat hujjah di hal amaliah bukan di hal aqidah.”
(Fath Al-Bari juz : 13 hal : 231)

Ibnu Taimiyyah berkata:

ان هذا من خبر الاحاد فكيف يثبت به اصل الدين اللذي لا يصح لايمان الا به

“Sesungguhnya ini termasuk hadits ahad, bagaimana (mungkin) pondasi agama yang merupakan standar keabsahan iman, Bisa Jadi tsubut/tetap dengannya.” (Minhaj As-Sunnah, juz 2 hal : 133)

KEBENCIAN WAHABI TALAFI TERHADAP NABI SAW

Dengan Hujjah dr Imam Muslim
yg notabene nya Hadist tsb Perawi nya yg Lemah dan temasuk Hadist Ahad tsb, Wahabi Talafi telah Berani Ketok Palu Bahwa Ayah Dan Ibu Nabi Saw Kafir dan Dineraka, Hanya dengan 1 dalil Hadist, Wahabi telah membuang Dalil yg Lainnya.

● Hadits Abu Hurairah ra:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ بُعِثْتُ مِنْ خَيْرِ قُرُونِ بَنِي آدَمَ قَرْنًا فَقَرْنًا حَتَّى كُنْتُ مِنْ الْقَرْنِ الَّذِي كُنْتُ فِيهِ

“Aku diutus dari sebaik-bagus anak Adam, Keturunan demi keturunan, hingga aku berada di di keturunan yang setelah itu melahirkan aku.”
(HR Imam Bukhari).

● Ali bin Abu Thalib ra meriwayatkan bahwa Nabi Saw bersabda:
” Aku lahir dari pernikahan dan tak Sempat lahir dari perzinaan, dari Adam hingga ayah dan ibuku melahirkan aku.
Perzinaan dan menyentuh diriku sekalipun di Masa Jahiliyah.
(HR Baihaqi, Abu Nu’aim, Ibnu Katsir, Ibnu Sa’ad, Thabrani, Al-Haitsami, Al-Hakim, dan lain-lain).

●Ibnu Abbas ra meriwayatkan bahwa Nabi Saw bersabda: 
Kakek buyutku dan nenek buyutku tak Sempat berkumpul kecuali di perkawinan yang Absah.
Allah senantiasa memeliharaku dari tulang sulbi yang bagus ke alam rahim yang suci, dan garis itu tak Sempat bercabang kecuali aku berada di di dua cabang yang terbaik. (Lihat: Tarikh (1:349) karya Ibnu Asyakir, Ad-Durul Mantsur (3: 294 dan 5::98)
(karya As-Suyuthi, dan Al-Wafa’ Bagian Pertama, Bab 10 karya Ibnul Jauzi).

● Di di Al-Qur’an Allah berfirman:

وَتَقَلُّبك فِي السَّاجِدِينَ

Artinya: dan bolak balikmu diantara hamba yg bersujud.
(QS Asyu’ara: 219)

Imam Ibn Abbas ra berpendapat bahwa makna ayat di atas Yaitu turun temurunnya engkau di tubuh ayah ayahmu yang kesemuanya hamba yang bersujud.
Taqallubaka ditafsirkan Bagaikan terbolak balikmu maksudnya di antara ayah ke ibu, ke putra, lalu ke istrinya, lalu ke putra, lalu ke istrinya, dan kesemuanya mereka Yaitu hamba hamba Nya yang bersujud, Yaitu bukan musyrikin.

● Di di Al-Qur’an Allah berfirman:

يَا أَيّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إنَّمَا الْمُشْرِكُونَ نَجَس

Artinya: Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya orang-orang musyrik itu Yaitu najis…
(QS. At-Taubah: 28).

di ayat Itu Allah Swt telah jelaskan bahwa Syirik seperti yang telah dilakukan oleh orang-orang kafir Yaitu najis (najasa).
Ayat Al Qur’an dan Hadist yang telah menunjukkan dan menegaskan kesucian Tulang Sulbi dan Rahim yang mengandung Heroisme Baginda Nabi Saw sejak Penciptaan hingga Lahir.

Epilog
Jumhur ulama bersepakat untuk menyatakan bahwa kedua orangtua Nabi Saw berada di di surga,
Dan bukan masuk ke di neraka sebagaimana yang Gemar didengungkan oleh kaum Wahabi Talafi.

Cukuplah keterangan berikut ini Bagaikan peringatan untuk kita:
Telah berkata sebagian ulama: 

“Telah ditanya Qodhi Abu Bakar bin ‘Arobi, Disorientasi seorang ulama madzhab Maliki mengenai seorang laki-laki yang berkata bahwa bapak Nabi berada di di neraka.
Maka, beliau menjawab bahwa orang itu terlaknat, di karenakan Allah ta’ala berfirman:

إِنَّ الَّذِينَ يُؤْذُونَ اللهَ وَرَسُولَهُ لَعَنَهُمُ اللهُ فِي الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ وَأَعَدَّ لَهُمْ عَذَابًا مُهِينًا

Artinya:
“Sesungguhnya orang-orang yang menyakiti Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah akan melaknat mereka di Global dan akherat dan menyiapkan untuk mereka itu adzab yang menghinakan”.
(QS. Al-Ahzab:57)

Dan tak ada perbuatan Hina yang lebih besar dibandingkan dengan Ungkap bahwa Ayahanda Nabi Saw berada di di neraka. 

Betapa tak..!??!
Padahal Ibnu Munzir dan yang lainnya telah meriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa saat kepada beliau dikatakan: 

“Engkau anak dari Ebonit bakar api neraka”,
Maka berdirilah Rasulullah SAW di keadaan marah, setelah itu berkata:

ما بال أ قوام يؤذونني فى قرابتي و من أذاني فقد أذى الله

Artinya:
“Bagaimana keadaan kaum yang menyakiti aku di hal kerabatku, dan barangsiapa menyakiti aku maka sesungguhnya dia telah menyakiti Allah”.

abdkadiralhamid@2016
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Share on LinkedIn

Subscribe to receive free email updates:

Bantahan Terhadap Firanda Talafi mengenai Orang Tua Nabi

Facebook Comments
Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here