Home Berita Islam Terbaru Apakah bersentuhan lawan jenis membatalkan wudhu ?

Apakah bersentuhan lawan jenis membatalkan wudhu ?

25
0


       Ulama berselisih pendapat mengenai perkara hukum bersentuhan kulit antara lelaki dengan wanita ajnabi (asing)-termasuk istrinya-,  apakah perkara Itu termasuk diantara pembatal wudhu ataupun gak. Sumber Disparitas pendapat Itu dikarenakan Disparitas penafsiran dikalangan ulama dengan ayat yang berbunyi : “Atau kalian menyentuh wanita.” (An-Nisa : 43)
Yaitu, apakah makna lafadz ‘al-lams’ (menyentuh) di ayat ini Ambiguitas majaz ataupun haqiqi.[Bidayatul Mujtahid, 1/34-35]

Apakah bersentuhan lawan jenis membatalkan wudhu ?


Jumhur ulama mazhab (Hanafi, Maliki, serta Hanbali) menafsirkan bahwa istilah ‘menyentuh’ di ayat ini merupakan bahasa majasi yang berarti jima’. Adapun kalangan shahabat yang berpendapat semacam ini ialah Ibnu Abbas ra. Padahal dari kalangan tabi’in seperti Asy Syaibani, Thawus, Hasan Al Bashri, ‘Atho’ serta yang lainnya.[Fiqh Islami wa Adillatuhu, 1/368, Tafsir Ath Thabari, 8/389] .

Dalil dari pendapat ini ialah makna Perkataan sentuhan sudah Generik dipahami oleh bangsa arab, yakni bilamana digandengkan dengan wanita, maka maknanya ialah jima’ itu sendiri. Dan perihal Itu diperkuat juga oleh hadits-hadits riwayat ummul mukminin Aisyah radhiyallahu’anha.
Hadits-haditsnya diantaranya :

A.   Ummul Mukminin Aisyah berkata, “Waktu Rasulullah Saw akan menunaikan shalat, saya Sempat duduk dihadapannya seperti jenazah, hingga apabila beliau hendak witir beliau menyentuh saya dengan kakinya.” (An-Nasai)

Berdasarkan Ibnu Hajar isnad hadits Itu shahih.[
Nailul Authar,1/196]
 
B.   Beliau pula berkata, “di suatu malam, saya mendapati Rasulullah Saw tak hadir ditempat tidur. setelah itu saya mencarinya dan saya memegang telapak kakinya dengan tangan saya di di beliau berada di di masjid…” (HR. Muslim).


Hadits Itu berdasarkan Evaluasi at Tirmidzi merupakan shahih.[
Nasbur Rayah,1/75]
 
C.   Dari ‘Aisyah, beliau Menyebut yakni Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam Sempat mencium sebagian istrinya, Seusai itu ia pergi shalat dan tak berwudhu. Seorang perawi (‘Urwah) berkata kepada ‘Aisyah, “Bukankah yang dicium itu engkau?” Seusai itu ‘Aisyah pun tertawa.


Hadits Itu diriwayatkan oleh imam Ath Thobari dan beliau menshahihkan haditsnya.[
Tafsir Ath Thabari, 8/396]

Padahal Syafi’iyyah menafsirkan istilah ‘menyentuh’ di ayat Itu dengan makna dzahirnya. Dalilnya ialah arti sebenarnya dari Hepotenusa bahasa untuk istilah mulamasah (menyentuh). Dan  hadits-hadits riwayat Aisyah berdasarkan mereka  tak Bisa diterima dikarenakan dipandang bersetatus  dhaif.[Fiqh Islami wa Adillatuhu, 1/369]

Loading...

Sebagian riwayat Menyebut ini pula pendapat yang dipilih sebagian shahabat  diantaranya ialah Ibnu Mas’ud dan Ibnu Umar, Padahal dari kalangan tabi’in Yaitu Imam Az-Zuhri dan Asy-Sya’bi.[Tafsir Ath Thabari (Jaami’ Al Bayan fii Ta’wilil Qur’an), 8/393, Ar Risalah, cetakan pertama, tahun 1420 H]

 Sebagian Syafi’iyyah bahkan Menyebut sentuhan Nabi dengan istri beliau merupakan kekhusussan teruntuk beliau. Akan akan tetapi, pengandaian ini dianggap seperti sesuatu yang terlampau dipaksakan dan ramai ditentang oleh ulama malahan dari kalangan syafi’iyyah sendiri.[Fiqh Islami wa Adillatuhu, 2/369] 

Demikian Disparitas penafsiran ulama mengenai ayat diatas, adapun di penyimpulan hukumnya,  berikut pendapat 4 mazhab :

Hanafiyyah

Menurut mazhab ini, sentuhan dengan lawan jenis Absolut tidaklah membatalkan wudhu, bagus di karenakan syahwat ataupun bukan.[Ibanatul Ahkam Syarh Bulughul Maraam,1/ 129] 

Malikiyyah dan Hanabilah

Menurut kedua mazhab ini menyentuh lawan jenis tidaklah membatalkan wudhu, asalkan tak diiringi dengan syahwat. Akan akan tetapi bila sentuhan itu dikarenakan syahwat, maka wudhunya Jadi batal.[Fiqh Islami wa Adillatuhu, 1/369,  (Al muntaqa Syarh Al Muwaththa’, 1/271)

Syafi’iyyah

Mazhab ini menetapkan sentuhan seseorang dengan wanita ajnabi yang bukan mahram, bagus diiringi dengan syahwat ataupun tak, maka perkara Itu membatalkan wudhu.
Sekalipun yang disentuh merupakan jenazah, ataupun wanita yang telah tua. Akan akan tetapi, apabila yang disentuh ialah rambut, gigi ataupun kuku, maka perkara Itu tidaklah membatalkan wudhu.[
Fiqh Islami wa Adillatuhu, 1/369, Kitab Al-umm, I /54-55]

Demikian Disparitas pendapat para ulama di problem ini. Silahkan kita menentukan pendapat yang kita yakini yang merupakan pendapat yang paling tepat, tanpa diikutsertakan sikap menyalahkan dan merendahkan pendapat yang berbeda.
Adapun berdasarkan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dan penyusun kitab Fiqh Islami wa Adillatuhu,  yakni Syaikh Wahbah Zuhaili,  mereka memandang bahwa pendapat yang menyatakan hanya sentuhan yang disertai syahwat aja yang membatalkan wudhu selaku pendapat yang sangat rajih (kuat) dan moderat.[
Fiqh Islami wa Adillatuhu, 1/370]

Wallahu a’lam.

Apakah bersentuhan lawan jenis membatalkan wudhu ?

Facebook Comments
Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here