Anton Charliyan: 40 Persen Warga Jabar Terkontaminasi Radikalisme

Berita Islam 24H – Calon Wakil Gubernur No Urut 2, Anton Charliyan janji menyediakan program paket umroh gratis untuk 0 orang setahun.
Janji itu diutarakan Kang Anton di menyapa ibu-ibu jamaah Majelis Taklim Baitul Rahman Batununggal Indah kota Bandung pimpinan Hj. Yati, Sabtu (12/5).
Menurutnya, apabila terpilih di Pilkada Jabar nanti, dia dan pasangannya TB Hasanuddin, akan menyediakan paket umroh Bagaikan apresiasi terhadap jama’ah pengajian yang ada di wilayah Jawa Barat. Paket umroh Itu Jadi program tahunan pemprov Jawa Barat dan gratis tanpa dipungut biaya.
“Insya Alllah ibu-ibu akan umroh gratis, dikocok di karenakan ada anggaran 0 orang anggarannya satu tahun untuk Majlis Ta’lim Baitul Rahman Batu Nunggal Indah,” Perkataan mantan Kapolda Jawa Barat ini seperti diberitakan RMOL Jabar.
Kang Anton menyampaikan kondisi ironi yang tengah dialami umat Islam di ini. Umat Islam, terangnya, mudah terbelah, persatuan atau Ukhuwah Islamiyah dengan mudahnya di cerai berai oleh kekuatan pihak lain yang sangat menginginkan umat Islam saling bertentangan.
“Ukhuwah Islamiyah sekarang banyak yang saling bertentangan, banyak yang saling tuduh-tuduhan, saling curiga, mengkotak-kotakkan, saling mengagungkan golongan. Besarnya Islam itu di karenakan persatuan, kekuatan itu adanya di di kebersamaan,” ungkapnya.
Apalagi, lanjutnya, Jawa Barat dikenal Bagaikan pusat radikalisme dan Intoleransi dari 34 Provinsi yang ada di Indonesia. Dan itu bertentangan dengan semangat diturunkannya Islam, dimana Islam Bagaikan agama yang mengajarkan Rahmatan Lil ‘Alamin, cinta damai.
“40 persen (penduduk) Jabar terkontaminasi,” bebernya.
Masih menurut Kang Anton, belakangan banyak pihak yang mudah mengatasnamakan Islam, gerakan-gerakan radikal sporadis dimunculkan dengan mengklaim bahwa itu Bagaikan ajaran Islam.
Bahkan, dengan mudah menghembuskan opini mengenai aparat kepolisian. Kepolisian, Perkataan Kang Anton, di mata mereka dianggap Bagaikan musuh.
“Katanya polisi, katanya tak beragama, anti ulama, anti Islam, katanya togut. Itu tak benar!” cetus Kang Anton.
Hasil analisa dan kajian, sebut Kang Anton yang Sempat menjabat Bagaikan Kadiv Humas Mabes Polri, Jawa Barat merupakan wilayah nomor 1 dari gerakan radikalisme di Indonesia.
“80 persen dari Jabar bom bunuh diri. Itu bukan jihad. Kami akan berjuang untuk menumpas radikalisme. Saya tak ingin Islam seperti (Negara-Negara) Timur Tengah yang kebanyakan penganutnya Yaitu gerakan politik dan merasa paling Islami,” papar Kang Anton.
di bagian lain, Kang Anton juga memaparkan program-program unggulan Hasanah. Menurut Kang Anton, Ia bersama Kang Hasan telah berkomitmen untuk memperhatikan Forum-Forum pendidikan dan keagamaan.
“Ada program untuk Ustad, Madrasah, Majlis Ta’lim, Pesantren, Santri Yaitu 1 triliun per pesantren di satu tahun. Bahkan ditambah dengan 3 kartu, diantaranya untuk program Sakola Gratis dan Jabar Cageur. Kartu sehat Bisa berobat gratis. Semuanya Bisa dibantu dari pusat ataupun provinsi,” sebutnya.
Selain itu, tambah Kang Anton, ada juga kartu untuk program Bogagawe. “Tenaga kerja akan disalurkan dan dilatih, disesuaikan dengan Produsen dan apa yang dibutuhkan, sekarang ini di karenakan belum dibangun profesionalisme Jadi wajib ada sertifikat buat tenaga kerja,” ujarnya.
di kesempatan yang Serupa, Ibu Ima Disorientasi seorang jama’ah Majelis Taklim Baitul Rahman Batununggal Indah menilai Kang Anton Bagaikan sosok pemimpin yang selama ini dibutuhkan masyarakat Jawa Barat.
“Pak Anton bijak, terus merakyat. Apa yang Disampaikan beliau Bisa terlaksana, terutama Umroh Gratis dan Kartu Bogagawe. Mudah-mudahan Seandainya terpilih Bisa terealisasikan,” tandasnya. [b-islam24h.com / rmol]

Loading...
Advertisement

Anton Charliyan: 40 Persen Warga Jabar Terkontaminasi Radikalisme

Facebook Comments
Loading...

Leave a Reply