Home Berita Islam Terbaru Anton Apriyantono Jawab Soal "Beras Maknyuss": Itu Fitnah Besar

Anton Apriyantono Jawab Soal "Beras Maknyuss": Itu Fitnah Besar

126
0
Anton Apriyantono Jawab Soal “Beras Maknyuss”: Itu Fitnah Besar
Berita Islam 24H – Satgas Pangan Polri menggerebek dan menyegel Produsen beras Produsen beras merek “Maknyuss” dan “Cap Jago” milik PT Indo Beras Unggul (PT IBU), anak perusahaan PT Tiga Pilar Sejahtera Food, Tbk (AISA), di Bekasi, Jawa Barat, Kamis (20/7/2017) malam.
Dari pemberitaan beberapa media:
Produsen Beras Maknyuss Tipu Konsumen, Berapa Keuntungannya?
https://m.tempo.co/read/news/2017/07/21/064893283/Produsen-beras-maknyuss-tipu-konsumen-berapa-keuntungannya
Terungkapnya Dugaan Kasus Beras Oplosan Versi Polisi
https://tirto.id/terungkapnya-dugaan-kasus-beras-oplosan-versi-polisi-ctbp
Ikhtisar pemberitaan media:
– Menteri Pertanian Amran Sulaiman Menyebut penipuan yang dilakukan PT Indo Beras itu tergolong kejahatan sangat serius. Bagaikan Produsen besar, PT Indo Beras, melalui anak usaha PT Tiga Pilar, memainkan disparitas harga terlalu tinggi. Beras seharga Rp 9.000 dijual Rp 20 ribu. “Keuntungan mereka lebih dari Rp 10 ribu per kilogram,” katanya. “Seandainya dihitung Keseluruh, nilainya Bisa ratusan triliun rupiah.”
– Kapolri Jenderal Tito Karnavian Menyebut modus yang digunakan PT Indo Beras Unggul Yaitu dengan mengemas beras IR64 dengan label Cap Ayam Jago dan Maknyuss. Padahal IR64 termasuk beras medium bersubsidi. Padahal Maknyuss dan Cap Ayam Jago diberi label premium. “Beras subsidi dikemas seolah-olah barang premium supaya harganya tinggi,” Perkataan Tito.
– Dari hasil Inspeksi laboratorium diketahui label kandungan gizi di kemasan tak sesuai dengan produk yang dijual. “Kontennya ditulis premium Padahal isinya non-premium,” ujar Tito. “Ini enggak main-main. Masyarakat dan negara dirugikan hingga ratusan triliun rupiah.”
– Kronologis kasus ini berawal di Satgas Pangan Polri yang terbentuk awal Mei 2017 lalu menelusuri penyebab kenaikan harga beras di Jawa Barat. Selama penelusuran, polisi menjalankan Inspeksi kepada para petani dan sejumlah pihak. Dari proses pendalaman, tim menemukan informasi awal yang mengarah di suatu dugaan Defleksi di suatu perusahaan di bisnis beras.
– Tim pun menjalankan penyelidikan intensif terkait keberadaan Produsen Itu. Mereka memulai penyelidikan sekitar dua Minggu yang lalu. di proses pendalaman, mereka melihat modus PT IBU Yaitu dengan membeli gabah dengan harga Rp 4.900 per kilogram. Di Hepotenusa lain pemerintah menetapkan harga gabah Rp3.700 per kilogram.
– Dampaknya para perusahaan beras lain tak Bisa membeli harga Itu dari petani di karenakan terlalu tinggi. Di Hepotenusa lain, PT IBU menjual beras dengan harga kelas premium di harga Rp13.700-20.400 per kilogram di pasar ritel dan Generik.
KLARFIKASI
Komisaris Utama dan Komisaris Independen PT Tiga Pilar Sejahtera (TPS) Anton Apriyantono, yang juga mantan menteri pertanian dari PKS era SBY, membantah Demisioner semua tudingan.
Berikut pernyataan Anton Apriyantono:
1. Itu fitnah besar, saya catat beberapa yang sudah saya tulis:
2. Varietas IR 64 itu varietas lama yang sudah digantikan dengan varietas yang lebih baru Yaitu Ciherang setelah itu diganti lagi dg Inpari, Jadi di lapangan IR 64 itu sudah tak banyak lagi. Selain itu, tak ada yang namanya beras IR 64 yang disubsidi, ini suatu kebohongan publik yang luar biasa. Yang ada Yaitu beras raskin, subsidi bukan di berasnya tapi di pembeliannya, beras raskin tak dijual bebas, hanya untuk konsumen miskin.
3. Di Global perdagangan beras dikenal itu namanya beras medium dan beras premium, SNI untuk kualitas beras juga ada, yang diproduksi Tiga Pilar Sejahtera sudah sesuai SNI untuk kualitas atas.
4. Seandainya dibilang negara dirugikan, dirugikan dimananya? Apalagi hingga bilang ratusan trilyun, lha wong omzet beras TPS aja hanya 4 T per tahun, lagi-lagi kapolri menjalankan kebohongan publik. Apa gak takut azab akherat ya?
5. Mengenai tuduhan menjual diatas HET (Harga Eceran Tertinggi), ini tak bijak di karenakan:
– SK Mendag mengenai HET beras baru ditandatangani dan berlaku 18 Juli 2017, sementra itu tanggal 20 Juli 2017 sudah diterapkan ke PT IBU aja (dengan digerebek dan disegel), tak kepada yang lain dan tak diberikan waktu untuk menjalankan penyesuaian.
– HET Beras Rp 9000 itu terlalu rendah di karenakan harga rata-rata beras aja sudah diatas 10 ribu, wajib dievaluasi lagi, selain itu tetap wajib dibedakan antara beras medium dan beras premium di karenakan kualitasnya berbeda.
6. Mengenai kandungan gizi, ada ketidakpahaman membedakan antara kandungan gizi dengan angka kecukupan gizi.
7. Satu lagi, pemberitaan menyimpan 3 juta ton beras atau membeli beras 3 juta ton beras, itu jelas ngawur di karenakan kapasitas terpasang seluruh Produsen TPS hanya 800 ribu ton. [beritaislam24h.info / pii]
Loading...

Anton Apriyantono Jawab Soal "Beras Maknyuss": Itu Fitnah Besar

Facebook Comments
Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here