Anomali Tranportasi Aksi 212: Larangannya Resmi, Pencabutannya Hanya Lisan

Anomali Tranportasi Aksi 212: Larangannya Resmi, Pencabutannya Hanya Lisan
Berita Islam 24H – Aksi Bela Islam III yang akan digelar Jumat besok (02/12/2016) menyedot antusiasme kaum Muslimin di berbagai pelosok. Disorientasi satunya, dari Lamongan.Sejumlah aktivis Islam yang tergabung di GAMAN (Gerakan Amar Makruf Nahi Mungkar Lamongan) berencana berangkat memakai 10 bus.
Namun di karenakan ada tekanan dari pihak keamanan, jumlahnya dipangkas Jadi hanya 3 bus aja. Itu pun tak mudah untuk mereka untuk Menelusuri bus yang bersedia mengangkut ke Jakarta.
“Kemarin saya yang ditugaskan untuk Menelusuri kendaraan itu hingga ke Kudus. di karenakan di sini itu, satu, tak layak untuk orang-orang tua busnya. Yang kedua banyak yang tak siap Seandainya kita sewa,” tutur Nanang, selaku Sekretaris GAMAN, lansir Islamic News Agency (INA).
Meski wajib Menelusuri bus hingga jauh ke luar kota, masalah belum selesai. Booking dibatalkan dengan cara sepihak dari perusahaan operator bus. Alasannya pun beragam.
“Ada yang berdalih waktu baliknya tak cukup, di karenakan mau disewa pihak lain. Ada pula yang mengakut terus terang di karenakan ditekan polisi,” ungkap Nanang.Nanang melanjutkan, di suatu operator bus, pihaknya bahkan sudah membagikan uang muka sebesar Rp 6 juta. Tapi Seusai ia pergi, dirinya mendapatkan SMS dari pihak bus.
“Maaf kami dihubungi Kasat Intel bahwa kami dilarang menaikkan penumpang untuk acara aksi demo 212 itu,” ujar Nanang menirukan bunyi teks SMS Itu.
Sebagaimana diketahui sebelumnya, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian sebelumnya menyatakan akan mengeluarkan instruksi ke Polda-Polda se-Indonesia, supaya tak melarang perusahaan transpostasi untuk mengangkut peserta aksi damai di 2 Desember mendatang.
Kapolri Menyebut, siapa pun boleh Empati di aksi di Jakarta, selama tak menjalankan tindakan-tindakan anarkistis.
“Besok saya akan menjalankan video conference dan tentunya meminta seluruh jajaran supaya PO (perusahaan otobus), perusahaan transportasi Bisa mengangkut saudara-saudara kita,” ujar Tito, Senin (28/11/2016).
Namun untuk Nanang, imbauan Kapolri itu tak berpengaruh Serupa sekali. “Kita sudah jelaskan bahwa Embargo ini sudah tak berlaku di karenakan sudah dicabut oleh Kapolri. Namun mereka tak percaya,” keluh Nanang.Menurutnya, pihak operator bus sebelumnya menerima Embargo mengangkut massa untuk aksi damai 2 Desember melalui surat resmi, tertulis.
“Seandainya dicabut, kenapa kok kita tak dikirimi surat pencabutan dari kepolisian?” ujar Nanang menirukan alasan Disorientasi satu operator bus yang ditemuinya.“Ini skenario kepolisian. Pelarangannya resmi tapi pencabutannya tak resmi. Itu yang Jadi masalah,” pungkasnya. [ceramahterbaru.net / ahc]

loading…

Anomali Tranportasi Aksi 212: Larangannya Resmi, Pencabutannya Hanya Lisan

Facebook Comments

Leave a Reply