Home Kisah Islami Anak Ini Akan Jadi Pemimpin Semesta Alam

Anak Ini Akan Jadi Pemimpin Semesta Alam

12
0
“Anak ini akan Jadi pemimpin semesta alam” inilah ungkapan yang disampaikan seorang pendeta kepada Abu Thalib disaat mereka bertemu di Bhusra, tampak seorang anak bersama Abu Thalib yang masih berusia 12 Tahun.
Sejak kematian Abdul Muthalib (kakek Nabi), Nabi SAW diasuh oleh pamannya, bernama Abu Thalib, saudara kandung ayahnya. Abu Thalib sangat memperhatikan dan mengistimewakan beliau, melebihi kepada anak-anaknya sendiri. Walau ia bukan orang yang kaya dan berkelimpahan, akan tetapi ia selalu mendahulukan kepentingan putra saudaranya Itu. Sikap dan perilakunya yang bagus, pekertinya yang luhur, cerdas dan sangat berbakti kepada orang tua dan beberapa hal menarik lainnya, yang menyebabkan Abu Thalib bersikap seperti itu.
saat Nabi SAW berusia 12 tahun, Abu Thalib berdagang ke Syam. Sebenarnya Abu Thalib berat membawa beliau yang masih kecil menyeberangi lautan pasir yang begitu luas. Begitu banyak halangan dan kesulitan yang wajib dihadapi di perjalanan seperti itu. akan tetapi ternyata Nabi SAW menyatakan kesediaan dan keikhlasannya untuk mengikuti pamannya Itu. Tentu sikap beliau itu sangat melegakan, di karenakan di dasarnya Abu Thalib memang tak ingin berpisah lama dengan keponakannya yang menakjubkan itu.
Perjalanan kafilah dagang Itu berjalan lancar. Nabi SAW Berguru banyak dari perjalanannya yang pertama ini. Luasnya padang pasir yang seolah tak bertepi, gemerlap gemintang di langit yang jernih dan melengkung sempurna, daerah-daerah yang mempunyai kisah di masa lalu, seperti Madyan, Wadil Qura, peninggalan kaum Tsamud dan lain-lainnya menambah perbendaharaan pengetahuan beliau.
saat kafilah dagang ini tiba di daerah Bushra, sudah termasuk wilayah Syam bagian selatan, mereka dihentikan oleh seorang rahib (pendeta) Nashrani yang bernama Buhaira. Rahib Buhaira yang nama aslinya Jurjis ini, sebelumnya tak Sempat meninggalkan tempatnya, ia hanya menghabiskan waktunya untuk ibadah demi ibadah kepada Allah. Bushra Yaitu wilayah Syam yang sebagian besar penghuninya Yaitu orang-orang Arab, walau berada di bawah kekuasaan Romawi yang beragama Nashrani. Artinya, keberadaan orang-orang Arab sebenarnya tak asing untuk Buhaira, akan tetapi hari itu tiba-tiba ia memerintahkan pembantunya menyediakan jamuan yang istimewa untuk tamunya orang-orang Arab.
Buhaira memerintahkan pembantunya untuk mengundang anggota kafilah Itu Jadi tamu kehormatan. di karenakan menganggap Nabi SAW masih kecil, Abu Thalib meminta beliau menunggu aja di antara unta-unta yang ditinggalkan di luar, dan beliau tak keberatan. Perjalanan itu sendiri begitu menyenangkan untuk Nabi SAW, apalagi melihat keadaan kota Bushra yang begitu indah dan ‘moderen’ dibandingkan dengan kota Makkah atau daerah ‘pedalaman’ padang pasir lainnya. Sepertinya beliau lebih menyukai berada di luar daripada masuk ke di rumah atau tempat tinggal rahib Itu.
saat anggota kafilah masuk ke rumahnya, Buhaira memperhatikan mereka satu persatu, setelah itu dengan keheranan ia berkata, “Apakah ada di antara kalian yang tertinggal, tak Empati masuk ke sini??”
Abu Thalib berkata, “Ada keponakanku yang masih kecil tinggal di luar, sambil menjaga unta-unta dan barang dagangan kami!!”
“Bisakah kalian membawanya kemari??” Perkataan Buhaira.
Abu Thalib memerintahkan seseorang untuk menjemput Nabi SAW, dan begitu beliau tiba di hadapan Buhaira, rahib itu memperhatikan dengan Akurat, termasuk sedikit menyingkap kain beliau di bagian bahu belakang. Sambil memegang tangan Nabi SAW, Buhaira berkata, “Anak ini akan Jadi pemimpin semesta alam, anak ini akan diutus Allah Bagaikan rahmat untuk seluruh alam!!”
Abu Thalib berkata, “Darimana engkau tahu mengenai hal itu?”
Buhaira berkata, “Sebenarnya sejak kalian tiba di Aqabah, tak ada bebatuan dan pepohonan kecuali mereka bersujud kepada anak ini. Mereka tak sujud, kecuali kepada seorang nabi. Seandainya ia berjalan, sebenarnya ia selalu dinaungi awan, hanya aja kalian tak menyadarinya. Aku Bisa mengetahuinya dari cincin nubuwwah yang ada di bagian bawah tulang rawan bahunya, yang menyerupai buah apel. Aku juga mendapatkan Asterik-Asterik itu di kitab suci agama kami..!!”
setelah itu Buhaira mewasiatkan supaya menjaga Nabi SAW dengan sebaik-baiknya, bahkan menyarankan untuk membawa beliau pulang ke Makkah, sebelum bertemu dengan orang-orang Yahudi dan Romawi di Syam. bila mereka mengenali Asterik kenabiannya, Buhaira khawatir mereka akan mengganggunya, atau bahkan menyakitinya dan membunuhnya. Belum selesai Buhaira membagikan nasehatnya kepada Abu Thalib, tampak sembilan orang tentara Romawi Futuristis rumahnya. Ia menyambutnya dan berkata, “Untuk apa kalian ke sini?”
Disorientasi satu dari mereka berkata, “Kami dengar dari pendeta-pendeta kami bahwa di bulan ini ada seorang (calon) nabi dari bangsa Arab yang akan mengunjungi negeri ini. tak ada satu jalanpun kecuali dikirim penjagaan di sana, dan kami yang bertugas di sini!!”
Buhaira berkata, “Bagaimanakah pendapat kalian bila Allah menghendaki sesuatu, dapatkah seseorang, bagaimanapun kuatnya akan mampu  menghalanginya?”
Mereka berkata “tak!!”
Buhaira berkata lagi, “di karenakan itu, bila nantinya kalian bertemu dengannya, berba’iatlah kalian kepada Nabi itu, sesungguhnya ia benar-benar seorang Nabi…!!!”
Pasukan itu tinggal di sekitar rumah rahib itu, menjalankan penjagaan di jalan masuk ke Syam Itu. Diam-diam Abu Thalib memerintahkan beberapa orang anggota kafilahnya untuk membawa Nabi SAW pulang ke Makkah, sesuai dengan saran Rahib Buhaira Itu.

Loading...
[Ibnu Ghufron]

Baca Info Menarik berikut ini di >>> Peristiwa Unik Matahari Yang wajib kalian Ketahui

Tag : Kisah Inspiratif Islam

Anak Ini Akan Jadi Pemimpin Semesta Alam

Facebook Comments
Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here