Home Berita Islam Terbaru ALI BIN ABI THALIB MENGECAM SYIAH YANG MENGKHIANATINYA

ALI BIN ABI THALIB MENGECAM SYIAH YANG MENGKHIANATINYA

135
0

Apa Itu Syiah?

Di di Glosarium Lisanul Arab, makna Syiah Yaitu seseorang yang menyepakati suatu hal. Atau orang-orang yang bersepakat di suatu permasalahan. Atau sekumpulan orang yang mempunyai suatu perjanjian, mereka mengikuti pendapat seseorang di antara mereka (Lisanul Arab, harfu asy-Syin: islamweb).

Seusai Amirul Mukminun Utsman bin Affan radhiallahu ‘anhu wafat, umat Islam berbeza pendapat di menyikapi para pembunuhnya. Ali berpendapat Muawiyah wajib berbaiat kepadanya terlebih Dulu, baru urusan pembunuh Uthman boleh diselesaikan. Padahal Muawiyah Bagaikan keluarga Uthman, menuntut supaya para pembunuh sepupunya itu akan diadili. Orang-orang yang bersetuju dengan pendapat Ali, disebut Syiahnya Ali. Padahal orang-orang yang sepakat dengan Muawiyah disebut Syiahnya Muawiyah. Inilah makna asal dari Syiah. Seiring Masa, Syiah Ali terus berkembang. Bahkan sekarang pendapat mereka mengenai Ali sangat melampau.

Ali dan Syiahnya

Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhu mengeluh pendukungnya, Yaitu penduduk Kufah. Ia berkata, “Umat-umat terdahulu takut terhadap kezaliman para pemimpinnya. Tapi aku, justru takut akan kezaliman rakyatku. Aku mengajak kalian untuk berjihad, akan tetapi tak ada yang menyambut ajakan. Aku berbicara di kalian, akan tetapi kalian tak mendengar. Aku mengajak kalian kepada kebaikan dengan cara rahsia dan terang-terangan, tapi kalian tak menurut. Aku menasihati kalian, akan tetapi kalian tak menerima. Apakah kalian ada? Hakikatnya kalian tak ada. Apakah kalian hamba sahaya? Tapi seolah-olah kalian Bagaikan majikan.

Aku bacakan undang-undang di kalian, akan tetapi kalian lari darinya. Aku nasihati kalian dengan nasihat yang bagus, namun kalian lari darinya. Aku ajak kalian berjihad menghadapi para pembelot, tapi belum Sempat aku menamatkan perkataanku, kita sudah bubar kembali ke tempat kalian. Dan kalian manipulasi nasihat yang diberikan. Aku meluruskan kalian di pagi hari. Sore harinya kalian kembali padaku di keadaan bengkok tab punggung ular. Yang memberi nasihat telah lemah, akan tetapi yang dinasihati makin mengeras.

Wahai orang-orang yang hadir di sini tapi fikirannya entah di mana, yang berbeza-beza keinginannya, dan yang Jadi ujian untuk para pemimpinnya. Teman kalian tunduk kepada Allah. Padahal kalian mendruhakai-Nya. Aku sungguh sangat berharap demi Allah, Muawiyah akan menukar kalian dariku, seperti menukar dinar dengan dirham, di mana dia mengambil dariku sepuluh orang di antara kalian dan memberiku seorang daripada mereka.

Wahai penduduk Kufah, aku diuji melalui kalian dengan lima masalah: (1) kalian ini tuli tapi punya pendengaran, (2) bisu tapi boleh bercakap, (3) buta tapi punya penglihatan, (4) pengecut saat menghadapi peperangan; dan (5) tak ada teman yang Bisa dipercaya saat mendapat ujian. Celaka kalian! Kalian seperti kawanan unta Dehidrasi pengembalaannya, bila diiring dari satu Hepotenusa dia lari ke Hepotenusa yang lain (al-Khamis, Inilah Faktanya Hal: 247-248, mengutip dari Najhul Balaghah 1 / 187-189).

tak hanya hingga di situ, bahkan mereka juga menuduh Ali radhiallahu ‘anhu Bagaikan pembohong. Syarif ar-Radhi meriwayatkan dari Amirul Mukminin, Ali radhiallahu ‘anhu, ia berkata, “Amma ba’du .. Wahai penduduk Iraq! Kalian itu seperti wanita hamil yang saat kehamilannya telah sempurna ia keguguran, suaminya mati, menjanda di waktu yang lama, dan pusakanya diwarisi orang yang Interaksi kekeluargaannya sangat jauh dengannya. Demi Allah, aku tak mendatangi kalian dengan sukarela, tapi aku datang kepada kalian (tinggal di Iraq) dengan terpaksa. Aku sudah mendengar bahawa kita Menyebut bahawa Ali berbohong. Semoga Allah membinasakan kalian. Kepada siapa aku Sempat berbohong? “(Al-Khamis, Inilah Faktanya Hal: 249, mengutip dari Najhul Balaghah 1 / 118-119).

Ali radhiallahu ‘anhu juga Menyebut, “Semoga Allah memerangi kalian! Kalian mencemarkan hatiku dengan nanah, memenuhi dadaku dengan amarah, mencekokiku dengan kesedihan, seteguk demi seteguk, dan kalian merosakkan fikiran dengan kedurhakaan dan pengkhianatan. “Al-Khamis, Inilah Faktanya Hal: 249, mengutip dari Najhul Balaghah 1 / 187-189).

Evaluasi Para Sahabat Terhadap Syiah Ali

Kerana itu, wajar para sahabat bimbang kepada Husein bin Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhuma yang menyambut undangan penduduk Iraq.

Pertama: Abdullah bin az-Zubair

Apabila Husein bin Ali radhiallahu ‘anhuma hendak berangkat ke Iraq, Abdullah bin az-Zubair radhiallahu’ anhuma berkata padanya, “Engkau hendak pergi ke mana? Apakah engkau ingin pergi ke tempat kaum yang telah membunuh ayah dan saudara kita? Janganlah engkau pergi. “(Al-Khamis, Inilah Faktanya Hal: 236, mengutip dari al-Bidayah wa an-Nihayah, 8/163).

Kedua: Kadzim al-Ihsa-i an-Najafi

Ia berkata, “Pasukan yang keluar untuk memerangi Imam al-Husein berjumlah tiga ratus ribu orang. Semuanya penduduk Kufah. tak ada orang Syam (Syiah nya Muawiyah), Hijaz, India, Pakistan, Sudan, Mesir, dan Afrika di antara mereka. Mereka semua Yaitu orang Kufah yang berkumpul dari berbagai daerah. “(Al-Khamis, Inilah Faktanya Hal: 255, mengutip dari Asyura, Hal: 89).

Ketiga: Husein bin Ahmad al-Baraqi an-Najafi

Memetik Perkataan-Perkataan al-Qazwini: “Di antara perbuatan sangat keji yang dilakukan orang-orang Kufah Yaitu mereka menusuh al-Hasan bin Ali dan membunuh al-Husein Seusai mereka mengundang beliau.” (Al-Khamis, Inilah Faktanya Hal: 255, mengutip dari Tarikhul Kufah, Hal: 113).

Keempat: Muhsin al-Amin

Ia berkata, “Ada dua puluh ribu orang penduduk yang membaiat al-Husein dan mengkhianatinya, lalu memeranginya. Padahal, baiat itu masih mereka pegang. hingga akhirnya mereka membunuhnya. “(Al-Khamis, Inilah Faktanya Hal: 255, mengutip dari A’yanusy Syiah, 1/26).

Seorang ulama Syiah, ath-Thusi, memasukkan Ubaidullah bin Ziyad di sahabat-sahabat ali bin Abi Talib. (Al-Khamis, Inilah Faktanya Hal: 255, mengutip dari Rijal ath-Thusi, Hal: 54. Terbitan al-Matba’ah al-Haidariyyah, Najaf, 1961 M, dengna tahqiq Muhammad Sadiq Bahrul Ulum).

Ulama Syiah yang lain, An-Nazimi asy-Syahrudi, mengulas Syamr bin Dzul Jausyan (orang yang memerintahkan pasukan untuk membunuh Husein): “di Perang Shiffin, ia berada di di barisan pasukan Amirul Mukmin Ali bin Abu Talib.” (Al-Khamis , Inilah Faktanya Hal: 255, mengutip dari Mustadrakat Ilm Rijalul Hadits karya al-Allamah an-Nazimi asy-Syahrudi, 6/220 bahagian ke-6899, terbitan Mu-assasah an-Nasyr al-Islami, Qumm, 1425 H).

sumber:
– al-Khamis, Utsman bin Muhammad. 2012. Huqbah min at-Tarikh, Terj. Inilah Faktanya. Jakarta: Pustaka Imam asy-Syafi’i. kisahmuslim.com

ALI BIN ABI THALIB MENGECAM SYIAH YANG MENGKHIANATINYA

Facebook Comments
Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here