AL-KHAWATIR (8) Intuisi di HATI DARI KHAZANAH SYEIKH ABD QADIR AL JILANI KHZANAH (KUNCI KE ALAM SUFI)

Intuisi di HATI – SYEIKH ABD QADIR AL JILANI

Asy-Syekh Abdul Qodir al-Jailani R.A di di kitabnya al-Ghunyah; 1/101, menyebutkan: “Di di hati manusia terdapat dua ajakan: Pertama ajakan malaikat. Ajakan malaikat itu mengajak kepada kebaikan dan membenarkan kepada yang benar (haq); dan kedua, ajakan musuh. Ajakan musuh itu mengajak kepada kejahatan, mengingkari kebenaran dan melarang kepada kebajikan”. Yang demikian telah diriwayatkan oleh Abdullah bin Mas’ud R.A.

Al-Hasan al-Bashri R.A berkata: “Sesungguhnya kedua ajakan itu Yaitu kemauan yang selalu mengitari hati manusia, kemauan dari Allah dan dari musuh, hanya dengan sebab Rahmat Allah, seorang hamba mampu mengontrol kemauan-kemauannya Itu. Oleh di karenakan itu, apa-apa yang datang dari Allah hendaknya dipegang oleh manusia dengan erat-erat dan apa yang datang dari musuh, dilawannya kuat-kuat “.

Mujahid R.A berkata; Firman Allah s.w.t:

Dari kejahatan Intuisi setan yang biasa bersembunyi”. (QS. an-Nas; 114/4)

Intuisi itu mencengkram hati manusia, apabila manusia berdzikir kepada Allah, maka setan itu akan melepaskan cengkramannya namun apabila manusia kembali lupa, maka setan itu akan kembali mencengkram hatinya. Muqotil R.A berkata: “Dia Yaitu setan yang berbentuk babi hutan yang mulutnya selalu menempel di hati manusia, dia masuk melalui jalan darah untuk menguasai manusia lewat hatinya. Apabila manusia melupakan Allah Ta’ala, dia menguasai hatinya dan apabila manusia sedang berdzikir kepada Allah dia melepaskan dan keluar dari jasad manusia itu“.

Asy-Syekh Abdul Qodir al-Jailani R.A berkata, bahwa di di hati ada enam Intuisi (khotir):

 

(1) Intuisi nafsu syahwat; 
(2) Intuisi setan; 
(3) Intuisi ruh; 
(4) Intuisi malaikat; 
(5) Intuisi akal; dan 
(6) Intuisi keyakinan.

1. Intuisi Nafsu Syahwat
Intuisi nafsu syahwat Yaitu Intuisi yang dengan cara qudroti tercipta untuk memerintah manusia mengerjakan kejelekan dan memperturutkan hawa nafsu.

2. Intuisi Setan
Intuisi setan itu Yaitu perintah supaya manusia Jadi kafir dan musyrik (menyekutukan Allah), berkeluh-kesah, ragu terhadap janji Allah s.w.t cenderung berbuat maksiat, menunda-nunda taubat dan apa aja yang menyebabkan kehidupan manusia Jadi hancur bagus di Global ataupun di akherat. Ajakan setan ini Yaitu ajakan paling tercela dari jenis ajakan jelek Itu.

3. Intuisi Ruh
Intuisi ruh Yaitu Intuisi yang mengajak manusia mengikuti kebenaran dan ketaatan kepada Allah s.w.t dan juga kepada apa aja yang bersesuaian dengan ilmu pengetahuan sehingga menyebabkan keselamatan dan kemuliaan manusia, bagus di Global ataupun di akherat. Ajakan ini Yaitu dari jenis ajakan yang bagus dan terpuji.

4. Intuisi Malaikat
Intuisi malaikat Serupa seperti Intuisi ruh, mengajak manusia mengikuti kebenaran dan ketaatan kepada Allah s.w.t dan segala yang bersesuaian dengan ilmu pengetahuan dan juga kepada apa aja yang menyebabkan keselamatan dan kemuliaan.

5. Intuisi Akal
Intuisi akal Yaitu Intuisi yang cenderung mengarahkan di ajakan Intuisi ruh dan malaikat. Dengan Intuisi akal Itu sekali waktu manusia mengikuti nafsu dan setan, maka manusia terjerumus kepada perbuatan maksiat dan mendapatkan dosa. Sekali waktu manusia mengikuti Intuisi ruh dan malaikat, maka manusia beramal sholeh dan mendapatkan pahala. Itulah hikmah yang dikehendaki Allah s.w.t terhadap kehidupan manusia. Dengan akalnya, supaya manusia mempunyai kebebasan untuk memilih jalan Hayati yang dikehendaki namun setelah itu manusia juga wajib mampu mempertanggungjawabkan atas kesalahan dan kejahatan dengan siksa dan neraka dan menerima balasan dari amal sholeh dengan pahala dan surga.

6. Intuisi Keyakinan
Intuisi yakin Yaitu Nur Iman dan buah ilmu dan amal yang datangnya dari Allah s.w.t dan dipilihkan oleh Allah s.w.t. Ia diberikan Eksklusif hanya kepada para kekasih-Nya dari para Nabi, ash-Shiddiq, asy-Shuhada’ dan para Wali-wali-Nya. Intuisi yakin itu berupa ajakan yang selalu terbit dari di hati untuk mengikuti kebenaran walau seorang hamba itu sedang di lemah wiridnya.

 

Intuisi yakin itu tak akan hingga kepada siapapun, kecuali terlebih Dulu manusia menguasai tiga hal;
(1) Ilmu Laduni; 
(2) Ahbārul Ghuyūb (khabar dari yang gaib); 
(3) Asrōrul Umur (rahasia segala urusan).

Intuisi yakin itu hanya diberikan oleh Allah Ta’ala kepada orang-orang yang dicintai-Nya, dikehendaki-Nya dan dipilih-Nya. Yaitu orang-orang yang telah mampu fana di hadapan-Nya. Yang telah mampu gaib dari lahirnya. Yang telah sukses memindahkan ibadah lahir Jadi ibadah batin, bagus terhadap ibadah fardhu ataupun ibadah sunnah. Orang-orang yang telah sukses menjaga batinnya untuk selama-lamanya. Allah s.w.t yang mentarbiyah mereka. Sebagaimana yang telah dinyatakan dengan firman-Nya:

Sesungguhnya Waliku Yaitu Allah, dan Dia mentarbiyah (membagikan Walayah) kepada orang-orang yang sholeh”. (QS. al-A’raaf; 7/196)

Orang Itu dipelihara dan dicukupi dengan sebab-sebab yang Bisa menyampaikan kepada keridlaan-Nya dan dijaga serta dilindungi dari sebab-sebab yang Bisa menjebak kepada kemurkaan-Nya. Orang yang setiap di ilmunya selalu bertambah. Yaitu saat terjadi pengosongan alam fikir, maka yang masuk ke di bilik akalnya hanya yang datangnya dari Allah s.w.t. Seorang hamba yang ma’rifatnya semakin hari semakin kuat. Nurnya semakin memancar. Orang yang selalu dekat dengan yang dicintainya dan yang disembahnya. Dia berada di di kenikmatan yang tiada henti. Di di kesenangan yang tiada Frustasi dan kebahagiaan tiada Demisioner. Surga baginya Yaitu apa yang ada di di hatinya.

saat ketetapan ajal kematiaannya tiba, dikarenakan di karenakan masa baktinya di Global fana telah purna, maka untuk dipindahkan ke Global baqo’, mereka akan diberangkatkan dengan sebaik-bagus perjalanan. Seperti perjalanan seorang pengantin dari kamar yang sempit ke rumah yang luas. Dari kehinaan kepada kemuliaan. Global baginya Yaitu surga dan akherat Yaitu cita-cita. Selama-lamanya mereka akan memandang wajah-Nya yang Mulia, dengan cara langsung tanpa penghalang yang merintangi. Allah s.w.t menegaskan hal Itu dengan firman-Nya:

“ Dan firman Allah s.w.t: Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa itu, berada di taman-taman dan sungai-sungai – Di tempat yang disenangi di Hepotenusa Tuhannya yangMaha Kuasa” . (QS. al-Qomar; 54/54)


untuk orang-orang yang berbuat bagus, ada pahala yang terbaik dan tambahan “. (QS. Yunus; 10/26)

Firman Allah s.w.t di atas: “Ahsanuu”, artinya berbuat bagus dengan menta’ati Allah s.w.t dan Rasul-Nya, serta selalu mensucikan hatinya dengan meninggalkan amal ibadah yang selain untuk-Nya. Allah s.w.t akan membalasnya di akherat dengan surga dan kemuliaan. Diberi kenikmatan dan keselamatan. Ditambahi dengan pemberian yang abadi. Yaitu selama-lamanya memandang kepada wajah-Nya yang Mulia.

“Nafsu dan Ruh” Yaitu dua tempat untuk setan dan malaikat. Keadaannya seperti pesawat penerima yang setiap di siap menerima signal yang dipancarkan oleh dua makhluk Itu. Malaikat menyampaikan dorongan ketakwaan di di ruh dan setan menyampaikan ajakan kefujuran di di nafsu. Oleh di karenakan itu, nafsu selalu mengajak hati manusia untuk melaksanakan perbuatan-perbuatan fujur.

Di antara keduanya ada Akal dan Hawa. Dengan keduanya supaya terjadi proses hikmah dari rahasia kehendak dan keputusan Allah yang azaliah. Yaitu supaya ada pertolongan untuk manusia untuk berbuat kebaikan dan dorongan untuk berbuat kejelekan. setelah itu akal menjalankan fungsinya, memilih menindaklanjuti pertolongan dan menghindari ajakan kejelekan, dengan itu supaya tak terbuka peluang untuk hawa untuk menindaklanjuti kehendak nafsu dan setan. Padahal di di hati ada dua pancaran Nur, “Nur Ilmu dan Nur Iman”. itulah yang dinamakan yakin. Kesemuanya indera Itu merupakan alat-alat atau anggauta masyarakat hati. Hati bagaikan seorang raja terhadap bala tentaranya, maka hati wajib selalu mampu mengaturnya dengan Anggaran yang sebaik-baiknya. (Asy-Syekh Abdul Qodir al-Jailani, “Al-Ghunyah”; 1/101)

Walhasil, yang dimaksud alam ruhaniah itu bukan alam jin atau alam ghaib, akan tetapi alam-alam batin yang ada di Heroisme manusia. Alam batin yang menyertai alam lahir manusia dengan cara manusiawi. Dengan alam batin, manakala indera-indera yang ada di di alam batin itu Hayati, maka manusia Bisa mengadakan interaksi dengan makhluk batin dengan segala rahasia kehidupan yang ada di dalamnya sebagaimana dengan alam lahir manusia Bisa mengadakan komunikasi dengan makhluk lahir dengan segala urusannya.

Untuk menghidupkan indera-indera yang ada di alam batin Itu, manusia wajib mampu mencapainya dengan jalan melaksanakan mujahadah dan riyadhoh di jalan Allah. Mengharapkan terbukanya matahati (futuh) dengan menempuh jalan ibadah (thoriqoh) dengan bimbingan seorang guru mursyid sejati. Perjalanan Itu bukan Futuristis suatu tempat yang tersembunyi, melainkan menembus pembatas dua alam yang di dalamnya penuh mesteri. Dengan itu supaya ia mencapai suatu keadaan yang ada di Heroisme yang dilindungi, supaya dengan keadaan itu ia Bisa menemukan rahasia jati diri yang terkadang orang wajib Menelusuri setengah mati. Itulah perjalanan tahap awal yang wajib dicapai seorang salik dengan sungguh hati. Lalu, dengan mengenal jati diri itu, dengan izin Allah selanjutnya sang pengembara sejati Bisa menemukan tujuan akhir yang hakiki, yakni Futuristis keridhoan Ilahai Rabbi.


AL-KHAWATIR (8) Intuisi di HATI DARI KHAZANAH SYEIKH ABD QADIR AL JILANI KHZANAH (KUNCI KE ALAM SUFI)

Facebook Comments

Leave a Reply