Aku Iri di Zaadit

Zaadit (kiri)
Aku Iri di Zaadit
Berita Islam 24H – Aksinya cocok dengan Asa bapaknya di membagikan nama. Zaadit Taqwa memang berarti bekal takwa. Takwa itu menjalankan segala perintah, dan sekaligus menjauhi laranganNya, di karenakan hanya takut kepadaNya. Takwa hanya kepada Allah ya memang wajib tak takut kpd penguasa. Dengan segala risikonya tentunya. Mau diskors, diDO, bahkan ditembak Paspampres sekalipun, anggap aja biasa.
Melihat masih ada mahasiswa yang menjalankan aksi di depan penguasa, aku merasa lega.
Sebelumnya, jeritan berjuta rakyat supaya mahasiswa kembali Dinamis, di karenakan rezim ingkar janji dan kian lalim, malah dibalas dengan makan malam lalu foto bersama penguasa mereka sebar dengan bangga.
Seruan dosen-dosen mantan aktivis tulen supaya mahasiswa turun ke jalan, malah dibalas hanya dengan aksi selfi-selfi dan fotonya dikirim ke dosen Bagaikan bukti untuk meyakinkan. Padahal sudah beragam jargon motivasi gerakan diberikan bahwa sekali aksi lebih bagus dibanding seribu kuliah. Namun mereka belum juga Dinamis, hanya Dinamis-gerak aja.
Dengan jaket almamater yang sebenarnya membuat makin wibawa, mahasiswa malah lebih suka Jadi juru sorak di acara infotainment televisi hiburan dibanding orasi di aksi bersama massa rakyat.
di Asa yang nyaris hingga taraf Frustasi asa, Zadit Taqwa Jadi penanda bahwa mahasiswa masih ada.
Aku iri, di karenakan aku Dulu dengan sendiri hanya Bisa aksi bakar majalah yang redaksinya tak jujur dan menggelapkan dana dua edisi penerbitannya di depan kampus. Hanya begitu aja aku dihadiahi skors empat bulan dan Jadi dua tahun di karenakan proses pengadilan. Zadit Taqwa pasti akan menghadapi risiko lebih besar. di karenakan risiko lebih besar itulah, aku makin iri kepadanya. Bukan iri yang menyesakkan dadaku, akan tetapi iri yang membuatku bangga Bagaikan bagian dari civitas akademika.
Aku dan tentu kita semua akan lebih bangga juga bahagia, bila Ketua-ketua BEM seluruh Indonesia: IPB, Univ. Trisaksi, ITB, Unpad, UGM, Unair, Unibra, ITS, Undip, Unsyiah, Uncen, dan UIN-UIN terutama yang membawa nama besar Wali Sembilan bersama-Serupa meniup peluit yang agak panjang dengan mengangkat kartu kuning yang lebih besar.
(Ngaliyan, 2/2/2018)
Oleh: Dr. Mohammad Nasih
Pengajar di Program Pascasarjana Ilmu Politik UI dan FISIP UMJ; Pengasuh Rumah Perkaderan MONASH INSTITUT
[b-islam24h.com / bersamadakwah]

Loading...

Aku Iri di Zaadit

Facebook Comments
Loading...

Leave a Reply