Home Berita Islam Terbaru 50 Tahun Solat Subuh Dengan Wudhu Solat Isyak

50 Tahun Solat Subuh Dengan Wudhu Solat Isyak

114
0
MEMANG dia tak begitu terkenal di kalangan khalayak Generik, akan akan tetapi kerana kepakaran ilmunya dia terkenal di kalangan intelektual dan para cendekia.

Nama Lengkapnya

Nama beliau Yaitu Said bin Al-Musayyib bin Hazn bin Abi Wahab bin Amru bin A’id bin Imran bin Makhzum Al-Qurasy Al-Mahzumi Al-Madani, panggilannya Yaitu abu muhammad al-madani beliau Yaitu Disorientasi satu pembesar para tabi’in.
Lahir dan wafatnya

Said bin Al-Musayyib dilahirkan dua tahun Seusai berlalunya khilafah Umar bin Khattab. Padahal wafatnya, dari Abdul Hakim bin Abdullah bin Abi Farwah, dia berkata, “Said bin Al-Musayyib meninggal Global di Madinah di tahun 94 Hijriah di masa pemerintahan khalifah Al-Walid bin Abdul Malik. di di meninggal Global, dia berumur 75 tahun. Tahun dimasa said meninggal Global disebut Bagaikan sanah al-fuqaha ‘(tahun untuk ulama’ fiqh) kerana di masa itu banyak ahli fikih yang meninggal Global. “


ilmu Pengetahuannya

Said bin Musayyib Yaitu tokoh yang terkemuka di Madinah di masanya dan yang sangat dihormati di bidang fatwa. Ada yang Menyebut bahawa dia Yaitu imam para ulama ‘fiqh.

Abu Talib berkata, “Aku penah bertanya kepada Imam Ahmad bin Hanbal,” Siapakah said bin Al-Musayyib? “Dia menjawab,” Siapa yang menandingi said bin Al-Musayyib? Dia Yaitu orang yang boleh dipercayai dan termasuk orang yang soleh.

Aku bertanya lagi, “Apakah riwayat Said dari Umar bin Khattab boleh dijadikan hujjah? “Dia menjawab,” Dia Yaitu hujjah untuk kita, dia Sempat melihat Umar bin Al-Khattab dan banyak mendengar hadis darinya. Kalaulah riwayat Said dari Umar tak diterima, siapa lagi yang boleh diterima? “
Dari malik dia berkata, “sesungguhnya Al-Qosim bin Muhammad Sempat ditanya seseorang mengenai suatu permasalahan, lalu dia berkata,” Adakah kalian telah bertanya di orang selainku? “Orang itu menjawab,” Ya, sudah, aku bertanya kepada Urwah dan Said bin Al-Musayyib, “Lalu dia berkata,” Ikutilah pendapat Said bin Al-Musayyib kerana dialah guru dan pembesar kami. “

Dari Abu Ali bin Al-Husain, dia berkata, “Said bin Al-Musayyib Yaitu orang yang paling luas wawasan ilmunya mengenai hadis-hadis dan Ungkap para sahabat selain itu dia juga orang yang paling mumpuni pendapatnya.”

Ibadahnya

Dari Utsman bin Hukaim, dia berkata, “Aku Sempat mendengar Said bin Musayyib berkata,” Selama 30 tahun, setiap kali para muadzin mengumandangkan azan, pasti aku sudah berada di di masjid.

Dari Abdul Mu’in bin Idris dari ayahnya, ia berkata, “Selama 50 tahun Said bin Musayyib melaksanakan solat subuh dengan wudhu ‘solat isya’. Said bin Al-Musayyib berkata, “Aku tak Sempat ketinggalan takbir pertama di solat selama lima tahun (solat diawal waktu). Aku juga tak Sempat melihat punggung para jama’ah, kerana aku selalu berada di barisan terdepan selama lima tahun itu.

Ia menunaikan haji kira-kira 40 tahun ia tak Sempat terlambat dari takbir pertama di masjid Rasul. Tak Sempat diketahui darinya bahawa ia melihat tengkuk seseorang di solat sejak itu selama-lamanya, kerana ia sentiasa berada di saf pertama. Ia di kelapangan rizki, sehingga boleh berkahwin dengan wanita Quraisy mana-mana yang ia kehendaki. Namun, ia lebih memilih putri Abu Hurairah, kerana kedudukannya di Hepotenusa Rasulullah, keluasan riwayatnya dan keinginannya begitu besar di mengambil hadis.

Sanjungan ulama ‘mengenai beliau

Said bin Al-Musayyib Yaitu ulama ‘yang sudah terkenal dengan kefaqihannya, maka banyak komen-komen para ulama’ menganai beliau diantaranya:

Yaitu Sa’id bin Musayyib termasuk Disorientasi satu Al-Fuqahaa’u Sab’ah di Madinah (sebagaimana yang disebutkan oleh Ibnu Qoyyim), mereka itu Yaitu:

Sa’id bin Al-Musayyab,
‘Urwah bin Az-Zubair,
Al-Qasim bin Muhammad,
Kharijah bin Zaid,
Abu Bakar bin Abdurrahman bin Al-Harits bin Hasyim,
Sulaiman bin Yasaar,
‘Ubaidllah bin Abdullash bin’ Utbah bin Mas’ud [1]

Qatadah berkata: Saya tak Menelusuri seseorang yang lebih pandai di masalah halal dan haram dari Sa’id bin Musayyib.

Sulaiman bin Musa berkata: Said bin Musayyib Yaitu Disorientasi satu tabi’in yang terfaqih.

Ali bin Al-Madani berkata: “Aku tak mendapati para tabi’in yang lebih luas wawasannya dari Said bin Al-Musayyib. Saya rasa, dia Yaitu tabi’in yang paling terhormat dan mulia.

Berkata Utsman Al-Harits: Saya mendengan Ahmad bin hanbal berkata: seutama-utama tabi; in Yaitu Said bin Al-Musayyib, setelah itu Disorientasi seseorang berkata bagaimana dengan Alqomah dan aswad? setelah itu dijawab: Said bin Al-Musayyib dan Alqomah dan Aswad.

Berkata Abi ibnu al-madini: “Saya tak mengetahui diantara para tabi’in yang lebih luas ilmunya daripada Said bin Al-Musayyib.”

Ahmad bin Abdullah al-‘ajali berkata: “Said bin Al-Musayyib Yaitu seorang yang soleh, ahli fiqh dan tak mahu mengambil begitu aja suatu pemberian (hadiah). Dia Sempat mempunyai barang perniagaan bernilai 400 dinar, dengan jumlah itu ia berdagang minyak. Dia Yaitu seorang yang buta sebelah matanya. [2]

Kewibawaan dan perjuangannya membela kebenaran

Dari Imran bin Abdullah, dia berkata, “Said mempunyai Copyright atas harta yang ada di baitul mal sebanyak tiga puluhan ribu. Dia diundang untuk mengambilnya, akan akan tetapi dia menolaknya. Dia berkata, “Aku tak memerlukannya, hingga Allah berkenan membagikan keputusan yang adil antara aku dan Bani Marwan.

Dari Ali bin Zaid berkata, “Seseorang Sempat berkata kepada said bin al-Musayyib, ‘Apa pendapat kalian mengenai Al-Hajjaj bin Yusuf Ats-Tsaqofi yang tak Sempat mengutus seseorang kepada kalian dan tak pula menyakiti kalian?’. Said menjawab, ‘Demi Allah, hanya aja dia Sempat masuk masjid dengan ayahnya, setelah itu menjalankan solat yang tak sempurna ruku’ dan sujudnya. Lalu, aku Genjah mengambil segenggam kerikil dan aku lemparkan kepadanya dan Al-Hajjaj pun berkata, ‘Aku merasa telah menjalankan solat dengan bagus’. “

Ibnu di di kitab ath-Thabaqot dari Malik bin Anas mengtakan, “di masa Umar bin Abdul Aziz menjabat Bagaikan khalifah, dia tak Sempat memutuskan suatu perkara kecuali Seusai meminta pendapat dan bermesyuarat dengan Said bin Al-Musayyib.

di suatu saat, khalifah Umar bin Abdul Aziz Sempat mengutus pengawalnya untuk menanyakan suatu permasalahan. setelah itu, penglawal Itu mengundang beliau dan mengjaknya datang ke istana, Seusai said datang, umar bin abdul aziz buru-buru berkata. “Utusanku telah menjalankan kesalahan, aku hanya ingin menanyakan kepadamu mengenai suatu permasalahan di majelismu.”

Dari Salamah bin Miskin, dia berkata, “Imran bin Abdullah telah memberitahu kepada kami, dia berkata,” Aku melihat Said bin Al-Musayyib Yaitu seorang yang lebih ringan untuk berjuang di jalan Allah daripada seekor lalat. “

Guru-gurunya

Ubai bin Ka’ab, Anas bin Malik, Barra ‘bin’ Azib, Bashrah bin Aktsam Al-Anshori, Bilal budaknya Abu Bakar Ash-Shiddiq, Jabir bin Abdillah, Jubair bin Muth’im, Hasan bin Thabit, Hakim bin Hazam, Zaid bin Thabit, Zaid bin Khalid Al-Juhni, sarakah bin Malik Binji’syim, di bin Ubadah, di bin Abi Waqqas, Shofwan bin Umayah, Suhaib bin Sinan, Dhohhak bin Sufyan, Amir bin Abi Umayah, Amir bin Saad bin Abi Waqqos, Abdullah bin Zaid bin Ashim Al-Mazini, Abdullah bin Abbas, Abdullah bin Umar bin Khattab, Abdullah bin Amru bin ‘Ash, Abdurrahman bin Utsman At-Taimi, Utab bin Usaid, Utsman bin Abi Ash, Uthman bin Affan, Ali bin Abi Talib , Umar bin Khattab, Musayyib bin Hazn (Bapanya), Muawiyyah bin Abi Sufyan, Makmar bin Abdullah bin Nadhlah, Nafi ‘, ​​Abu Bakar As-Siddiq, Abi Tsa’labah Al-Husni, Abu Darda’, Abu Dzar Al-Gifari, Abu Said Al-Hudri, Abu Qatadah Al-Anshori, Abi Musa Al-Asy’ari, Abi Hurairah,

selain itu juga beliau berguru kepada isteri nabi. Seperti Aisyah, dan Ummu Salamah, dan lain-lain.

Murid-muridnya

Padahal murid-muridnya Yaitu Idris bin Shobih Al-Nicolas, Usamah bin Zaid Al-LAISI, Ismail bin Umayah, Basir bin Muharrar, Bakir bin Abdullah bin Asyja ‘, Al-Harits bin Abdurrahman bin Abi Dabab, Hasan bin’ Athiah, Al- Hudrami bin Lahiq, Kholad bin Abdirrahman Ash-Shn’ani, Dawud bin ‘Asim bin Urwah bin Mas’ud Asy-Syaqofi, Dawud bin Abi Hind, Zaid bin Aslam, Zaid Al-Bashari, Abdulwahid bin Zaid, Salim bin Abdullah bin Umar , Saad bin Ibrahim, Said bin Khalid bin Abdullah bin Qorid Al-Qoridho, Said bin Yazid Al-Bashori, Syarik bin Abdullah bin Damar, Sholeh bin Abi Hasan Al-Madani, Shofwan bin Salim, Thoriq bin Abdurrahman, Thalak bin Habib, Abu Zanad Abdullah bin dakwan, Abdullah bin Qosim At-Taimi, Abdullah bin Muhammad bin Uqail, Abdullah bin Qoyyis At-Tajibi. Dan masih banyak lagi murid-muridnya yang lain yang tak disebutkan di sini.

Beberapa Hadits yang Diriwayatkan Sai’d bin Musayyib

Sa’id bin Musayyib meriwayatkan hadis-hadis dengan cara mursal dari Rasulullah, di antaranya;

– Dari Sa’id bin Musayyib, dari Abu Hurairah ra, Rasulullah saw besarbda:

(( ثَلاَثٌ مَنْ كُنَّ فِيْهِ فَهُوَ مُنَافِقٌ وَإِنْ صَامَ وَإِنْ صَلَّى وَزَعَمَ أَنَّهُ مُسْلِمٌ: مَنْ إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ وَ إِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ وَ إِذَا ائْتُمِنَ خَانَ ))

“Tiga perkara, bila tedapat di diri seseorang maka dia layak disebut Bagaikan seorang munafik (walaupun melaksanakan siyam dan solat dan mengklauim dirinya Muslim); bila berkata berdusta, bila berjanji mengingkari dan bila dipercaya berkhianat. “[3]

“Tiga perkara, bila tedapat di diri seseorang maka dia layak disebut Bagaikan seorang munafik (walaupun melaksanakan siyam dan solat dan mengklauim dirinya Muslim); bila berkata berdusta, bila berjanji mengingkari dan bila dipercaya berkhianat. “[3]

– Dari Sa’id bin Musayyib bin Hazn, bahawa datuknya (Hazn) mendatangi Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, lalu Nabi bertanya kepadanya, “Siapa namamu?”, Dia menjawab, “Hazn (sedih).” Nabi berkata, “Bagaimana bila namamu diubah dengan Sahl (mudah)? “. Hazn berkata, “Saya tak menukar nama yang telah diberikan oleh kedua-dua orang tua saya, sehingga akupun dikenali di kalangan masyarakat dengan sebutan nama Itu.” Sa’id bin Musayyib berkata, “Oleh itu hingga masa kami, keluarga kami dikenali oleh Ahlul Bait dengan sebutan al-Hazunah (keturunan Hazn). “[4]

[1] (Tarikh at-Tasyri ‘al-Islami, Manna’ul Qaththan, hlm, 294, Maktabah Wahbah)

[2]. tahdzib al-kamal 11/74.

[3] – HR. Ahmad (3 / no. 9169), Muslim (105) dan Imam al-Bukhari meriwayatkan dengan sanad yang berbeza di al-Iman (33).

[4] – HR. Ahmad (9 /, no. 23734), al-Bukhari di Adab Mufrad no. 6190 dan al-Baihaqi (9/307).

sumber ceramahterbaru.net

50 Tahun Solat Subuh Dengan Wudhu Solat Isyak

Facebook Comments
Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here