Home Fiqih Islam 5 Adab Menuntut Ilmu di Islam

5 Adab Menuntut Ilmu di Islam

149
0

Adab Menuntut Ilmu – Bagaikan seorang murid yang sedang Berguru dan menuntut ilmu terutama ilmu agama, sudah selayaknya kita memperhatikan segala halnya supaya sesuai dengan yang diajarkan oleh syariat islam islam. maka dari itu para penuntut ilmu wajib mempelajari bagaimana tata tips di Menelusuri ilmu yang bagus dan benar beserta adab adabnya. hal ini bertujuan supaya kita sukses mendapatkan ilmu yang berkah dan manfaat.
Banyak sekali sebenarnya adab adab yang wajib dilakukan seorang murid terutama akhlak didepan gurunya seperti yang diajarkan oleh para ulama salaf. dengan memperhatikan adab di menuntut ilmu, insyaallah proses Berguru lebih mudah, Genjah di menghafal dan menguatkan daya ingat. semuanya semata mata di karenakan keberkahan seseorang yang menjaga adab, etika, sikap dan akhlaknya di Berguru.  Jadi Bisa disimpulkan bahwa kecerdasan bukanlah segalanya.

Baca juga : Kumpulan Hadits Nabi mengenai Akhlak

Untuk itu di artikel kali ini akan kami sajikan 5 Adab Menuntut Ilmu di Islam yang dipaparkan oleh Al-Habib Zein bin Ibrahim bin Smith. so berikut ulasan lengkapnya . . .

adab menuntut ilmu

Adab Menuntut Ilmu

Loading...

1. Menyucikan Hati Dari Segala Kotoran

Adab pertama untuk seorang Telusur ilmu ialah menyucikan hati dari segala kekotoran-kekotoran yang dimurkai Allah.
Imam Nawawi di mukadiman Syarh Al-Muhadzdzab berkata: “Seyogyanya untuk seorang penuntut ilmu menyucikan hatinya dari kotoran-kotoran sehingga ia layak menerima ilmu, menghafal, dan memanfaatkannya”
Imam Abdullah bin Alwi Al-Haddad memberi perumpamaanan yang sungguh indah mengenai hati yang kotor. Beliau Menyebut bila seseorang datang dengan membawa suatu wadah kotor untuk diisi madu di dalamnya, maka orang yang akan membeli madu Itu pasti akan berkata, “Cucilah terlebih Dulu wadah yang kotor ini, baru kita isi dengan madu.”
Perkataan Imam Abdullah, “di masalah Global aja, wadah yang kotor wajib dibersihkan, maka bagaimana rahsia-rahsia ilmu Allah Bisa terwadahi bila diletakkan di di hati-hati yang kotor?”
Adab pertama ini merupakan langkah awal untuk para Telusur ilmu, tak terkecuali para guru, untuk membersihkan hati dari penyakit-penyakit yang malah Jadi penghalang masuknya ilmu di sanubari.

2. Iklhlas di karenakan ALLAH SWT

Adab kedua Yaitu ikhlas karana Allah di di Menelusuri ilmu. Menelusuri ilmu wajib berangkat dari kebersihan niat dari selain Allah. Niat Yaitu sumber segala perbuatan selaras dengan sabda Nabi SAW, “Amal perbuatan itu tergantung di niatnya.”
Di antara niat untuk penuntut ilmu Yaitu : 
1. Untuk mengharap redha Allah 
2. Menghidupkan syari`at 
3. Mendekatkan diri kepada Allah 
4. Menghilangkan kejahilan dari dirinya mahupun orang lain 
5. Menghidupkan agama dan mengekalkan agama Islam  kepada kebaikan dan mencegah keburukan dari dirinya sendiri atau orang lain, sesuai tahap kemampuan.

3. Rendah Hati dan Melayani Para Ulama

Adab ketiga yang wajib ada di diri penuntut ilmu Yaitu bersikap rendah hati dan melayani para ulama. Suatu hari, Abdullah bin Abbas membawa tali kuda kendaraan gurunya, Ubay bin Ka`ab. Ia bawa kendaraan gurunya itu. Sang guru bertanya, “Ada apa ini, wahai putra Abbas?” Dijawab, “Demikianlah kami diperintahkan untuk menghormati guru-guru kami.” Abdullah tetap memandu jalannya kendaraan sang guru hingga ke tempat tujuan.
Adab ketiga ini memberi pengertian bahwa Telusur ilmu mesti menanggalkan kebanggaan nasab, kedudukan, dan harta yang ia miliki. Ia lepaskan demi terjun dengan cara total meraih ilmu lewat para guru dan ulama.

4. Mengambil Manfaat dan Faedah

Adab Keempat ialah mengambil faedah (manfaat) di mana aja berada. Telusur ilmu mesti melihat, mengamati, dan meraih manfaat dari tiap  langkah hidupnya. Tidaklah berlalu sesaat dari umurnya, kecuali ia isi dengan kemanfaatan.
Abu Al-Bakhtary berkata: “Duduk bersama suatu kaum yang lebih mempunyai ilmu daripada saya, lebih saya sukai tinimbang bersama kaum yang darjat ilmunya di bawah diriku.” Mengapa? Jawabnya, “Karana, bila aku duduk bersama kaum yang derajat pengetahuannya di bawahku, aku tak Bisa mengambil manfaat. Namun bila aku duduk bersama orang-orang yang lebih berilmu dari diri saya ini, aku Bisa mengambil manfaat sebanyak-banyaknya.”
Luqman al-Hakim berwasiat kepada anaknya,
يا بني جالس العلماء وزاحمهم بركبتيك فإن الله يحيي القلوب بنور الحكمة كما يحيي الله الأرض الميتة بوابل السماء
Wahai anak kesayanganku, duduklah bersama para ulama’, dekatilah mereka dan ambillah ilmu dari mereka. Sesungguhnya Allah menghidupkan hati-hati dengan cahaya Hikmah, sebagaimana Allah menghidupkan tanah yang mati dengan hujan dari langit. (al-Muwatta’, Imam Malik)

5. Sederhana di Makan dan Minum

Adab kelima yang disebutkan oleh Habib Zain Yaitu bersikap sederhana di mengambil Boga dan minuman. Makan dan minum Yaitu kebiasaan siapa sahaja. Manusia makan dan minum untuk Hayati. Namun hal demikian tak lantas Jadi alasan untuk berlebih-lebihan, khususnya untuk Telusur ilmu.
Bahkan, seorang ulama bernama Sahnun berkata: “Ilmu tak akan diperoleh untuk orang yang makan hingga kekenyangan.”
di wasiat penuh hikmah dari Lukman Al-Hakim kepada putranya, ia berkata: “Wahai anakku, bila perut telah terisi penuh pikiran akan tertidur, hikmah akan berhenti mengalir, dan badan akan lumpuh dari beribadah.”
Imam Syafi`i berkata, “Aku tak Sempat merasa kenyang sejak enam belas tahun silam. di karenakan kekenyangan itu membebani badan, mengeraskan hati, menghilangkan kecerdasan, membuat ngantuk, dan melemahkan orang Itu dari beribadah.”
demikian Elaborasi mengenai lima adab menuntut ilmu di islam menurut Habib Zein bin Smith. Jadi untuk mereka yang hendak sukses dan sukses di Menelusuri ilmu, hendaklah mengamalkan dan menjaga adab adab diatas supaya ilmu yang didapatkan berkah serta manfaat Global akhirat. wallahu a’lam.

5 Adab Menuntut Ilmu di Islam

Facebook Comments
Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here