Home Ceramah Islam Terbaru 3 Adzab bila Menghina Ulama

3 Adzab bila Menghina Ulama

185
0
Akhir-akhir ini ada sebagian orang yang suka mendiskreditkan satu atau sekelompok ulama. setelah itu mereka meninggalkan dan tak mengambil pendapat atau fatwa mereka, serta berlepas diri dari bimbingan mereka… 
Lalu apa dampak dan resikonya? Padahal di sebutkan di di satu hadits, para Ulama ini Yaitu “Delegasi” Allah di muka bumi atas makhluknya. Merekalah yang mewarisi ilmu dari para Nabi.
bila benar manusia sekarang sudah lari dan menjauhi ulama’ maka ada 3 adzab yang menimpa umat ini sebagaimana disebutkan di suatu hadits
سَيَأْتِيْ زَمَانٌ عَلَى اُمَّتِيْ يَفِرُّوْنَ مِنَ الْعُلَمَاءِ وَالْفُقَهَاءِ فَيَبْتَلِيْهِم اللهُتَعَالَى بِثَلاَثِ بَلِيَّاتٍ:
Akan datang kepada umatku suatu masa dimana mereka lari menjauhi ulama’ dan fuqoha’ (ahli fiqih), maka Allah menurunkan tiga bala’ untuk mereka.
Pertama
اُوْلاَهَا يَرْفَعُ بَرَكَةَ مِنْ كَسْبِهِمْ
1. Allah menghilangkan barokah dari usaha mereka
Benarkah di ini Menelusuri harta yang barokah sulit? Seandainya tak benar kenapa para konglomerat nakal, para pejabat korup yang sudah berharta trilyunan masih gila harta, masih memakan harta rakyat? Jawabnya di karenakan hartanya sudah tak barokah. Hasil usaha yang tak barokah pasti membawa dampak negatif, apabila dimakan tak menambah kenyang tapi malah Anemia dan semakin rakus.
Boga yang masuk menyebabkan tubuh malas beribadah, dan kebanyakan berakhir Jadi suatu penyakit. Harta yang tak barokah apabila digunakan untuk biaya pendidikan anak bukannya menjadikan anak semakin bagus melainkan malah Jadi semakin buruk, digunakan berfoya-foya, zina, narkoba, setidaknya menyebabkan anak berani terhadap orang tua. Lantas bila ingin selamat dari harta yang tak barokah jalan satu-satunya Yaitu mendekat di para ulama’.
Kedua
وَالثَّانِيَةُ يُسَلِّطُ اللهُ تَعَالَى عَلَيْهِمْ سُلْطَانًا ظَالِمًا
2. Allah mengangkat penguasa untuk mereka, penguasa yang dlolim.
karena jauh dari para ulama’, banyak diantara kita memilih pemimpin, pejabat, anggota dewan bukan lagi atas dasar kemampuannya berbuat adil akan tetapi di karenakan ketenarannya, atau di karenakan obral janjinya, atau di karenakan obral hartanya. Sehingga saat menjabat mereka bukannya Jadi pengayom rakyat, pembawa suara rakyat, malah memakan harta rakyat.
Ketiga
وَالثَّالِثَةُ يَخْرُج. ُ مِنَ الدُّنْيَا بِغَيْرِ اِيْمَان
3. ٍMereka keluar dari Global (mati) di keadaan tanpa iman. 
Dengan Perkataan lain Su’ul Khatimah. Dan inilah Azab yang paling ditakutkan, naudzu billahi min dzalik.
bila hal ini terjadi maka kesengsaraan yang dialami bukan tahunan melainkan kekal selama-lamanya disiksa di api neraka.
Oleh di karenakan itu, apabila menghormati para ulama diperintahkan, maka sebaliknya menghina dan merendahkan mereka dilarang, sungguh betapa mengerikan bila ada seorang muslim berani menghina Ulama Shalafus Shalih, ingin tahu bahayanya lainnya??
1. Menghina ulama akan menyebabkan rusaknya agama
Berkata Al-Imam Ath-Thahawi –rahimahullah- :
“Ulama salaf dari kalangan ulama terdahulu, demikian pula para tabi’in, wajib disebut dengan kebaikan. Maka siapa yang Menyebut mereka dengan selain kebaikan maka dia berada di atas kesesatan”
Berkata Al-Imam Ibnul Mubarak –rahimahullah- :
“Siapa yang melecehkan ulama, akan hilang akhiratnya. Siapa yang melecehkan umara’ (pemerintah), akan hilang dunianya. Siapa yang melecehkan teman-temannya, akan hilang kehormatannya”
Dan mencela ulama termasuk diantara dosa-dosa besar.
2. Orang yang menghina ulama Serupa artinya dia mengumumkan perang kepada Allah. 
Hal ini sebagaimana disebutkan di hadits mengenai wali Alloh yang diriwayatkan Al-Imam Al-Bukhari -rahimahullah- dari Abu Hurairah –radhiyallohu ‘anhu- :
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم : إِنَّ اللهَ تَعَالَى قَالَ : مَنْ عَادَى لِي وَلِيًّا فَقَدْآذَنْتُهُ بِالْحَرْبِ – …رواه البخاري
Dari Abu Hurairah”Sesungguhnya Allah ta’ala telah berfirman :
‘Barang siapa memusuhi wali-Ku, maka sesungguhnya Aku menyatakan perang terhadapnya…[HR. Al Bukhari]
Dan para ulama, mereka Yaitu termasuk wali-wali Allah.
3. Orang yang menghina ulama sengaja mencampakkan dirinya untuk terkena do’a dari seorang alim yang terzhalimi. 
Hal ini sebagaimana kisah Disorientasi seorang Shahabat yang bernama Sa’ad bin Abi Waqqash –radhiyallohu ‘anhu- dan beliau termasuk Disorientasi seorang dari 10 Shahabat yang dijamin dengan Surga.
4. Orang yang mencibir para ulama maka ia akan dijerumuskan kepada apa yang ia tuduhkan kepada ulama itu.
Berkata Ibrahim An-Nakha-i –rahimahullah- :
“Aku mendapati di jiwaku keinginan untuk membicarakan aib seseorang; akan akan tetapi yang mencegahku dari membicarakannya Yaitu aku khawatir bila aib orang itu ternyata menimpa diriku”
5. Orang yang merasa lezat dengan meng-ghibah para ulama maka ia akan diberikan su-ul khatimah (akhir kehidupan yang jelek)
Al-Qadhi Az-Zubaidi, saat dia meninggal Global lisannya berubah Jadi hitam, hal ini dikarenakan dia suka mencibir Al-Imam An-Nawawi.
6. Daging para ulama itu beracun Berkata Imam Ahmad bin Hanbal –rahimahullah- :

“Daging para ulama itu beracun. Siapa yang menciumnya maka ia akan sakit. Siapa yang memakannya maka ia akan mati.”

Loading...
7. Mencela ulama merupakan sebab Paling Besar untuk seseorang untuk terhalangi dari Bisa mengambil faidah dari ilmu para ulama.
Berkata Al-Imam Hasan Al-Bashri –rahimahullah- : 

“Global itu seluruhnya gelap, kecuali majelis-majelisnya para ulama.”

Demikianlah dampak bahayanya menjauh, terlebih membenci dan meninggalkan diri dari bimbingan para ulama.
Semoga kita Allah persatukan di bawah bimbingan para Ulama Billah wa Fillah. Dan tak di kelompokkan Jadi para pembenci kekasih-kekasih kekasih Allah.


abdkadiralhamid@2017


Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Share on LinkedIn

Subscribe to receive free email updates:

3 Adzab bila Menghina Ulama

Facebook Comments
Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here