Home Doa Islam 2 Waktu yang Mulia untuk Herbi Badan Suami Istri

2 Waktu yang Mulia untuk Herbi Badan Suami Istri

151
0

نِسَاؤُكُمْ حَرْثٌ لَكُمْ فَأْتُوا حَرْثَكُمْ أَنَّى شِئْتُمْ

“Istri-istrimu Yaitu (seperti) tanah tempat kita bercocok tanam, maka datangilah tanah tempat bercocok tanammu itu bagaimana aja kita kehendaki” (QS. Al-Baqarah : 223)

Jima’ atau Herbi badan Yaitu Disorientasi satu ibadah untuk pasangan suami istri yang mampu menghasilkan pahala yang luar biasa bagus di Global ataupun di surga nanti. Dengan jima’ kebutuhan biologis dan psikologi suami istri Bisa saling memenuhi satu Serupa lain.

Suami Bisa menjima’ istrinya kapanpun kecuali di waktu-waktu yang memang dilarang oleh agama. Tapi, ada waktu-waktu Eksklusif yang Bisa melimpahkan pahala dan kemuliaan di berjima’ dengan istri.

Seperti halnya menurut M. Fauzil Adhim ada dua waktu yang akan mendatangkan kemuliaan yang lebih di menjalankan jima’ atau Herbi badan suami istri, diantaranya :

Pertama, di suami pulang dari bepergian jauh dan di waktu yang cukup lama. Tentunya, dua insan yang sudah Absah menikah ini akan saling merindu satu Serupa lain. Maka, curahkanlah rasa rindu diantara suami istri Disorientasi satunya dengan berjima’.

Kedua, di suami mendadak pulang dari suatu tempat di karenakan terangsang birahinya saat ia berada di luar rumah. Maka, tak boleh ditunda lagi suami istri wajib Genjah berjima’ supaya terhindar dari dosa besar Disorientasi satunya zina.

Loading...

Menurut At-thihami di kitab “Qurratul Uyun” jima’ yang utama dilakukan di di permulaan waktu malam. di karenakan, dengan begitu akan terdapat waktu yang panjang untuk mandi junub. Padahal bila jima’ dilakukan di akhir malam, maka waktu untuk mandi junub sangat sempit dan akan mengakibatkan tertinggalnya salat subuh berjama’ah. Dan bila jima’ dilakukan di akhir malam, tentunya akan dilakukan usai tidur. Hal yang demikian ini pasti akan terjadi bau mulut yang tak sedap sehingga dikhawatirkan akan mengurangi gairah berjima’ dan menimbulkan rasa jijik.

Selanjutnya, Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa yang enggauli (menjima’) istrinya di hari Jum’at, lalu ia mandi wajib dan pergi salat Jum’at di awal waktu dengan berjalan dan tak menaiki kendaraan, lalu mendekat kepada imam, mendengarkan khatib, dan tak berkata-Perkataan, setiap amal langkah sunnahnya akan mendatangkan pahala puasa sunnah dan salat malam baginya.” (HR. Abu dawud, Tirmidzi, nasai, Ibnu Majah, dan Imam Ahmad). Maka dari itu, hari jum’at Yaitu hari yang bagus untuk menjalankan jima’ di karenakan di dalamnya terkandung pahala yang luar biasa.

Oleh di karenakan itu, hendaklah pasangan suami istri lebih selektif memilih waktu-waktu yang mulia untuk memadu cinta dan Afeksi dengan pasangan halalnya supaya menghasilkan generasi unggul yang mampu menegakkan kalimat tauhid di masa yang akan datang. (retsa/islampos/qurratuluyun/pendidikanagamaislamdalamkeluarga)

2 Waktu yang Mulia untuk Herbi Badan Suami Istri

Facebook Comments
Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here